Nasional

Ekspor Edamame-Porang Tinggi Peminat, Kabarantan Ajak Pengusaha-Petani Disiplin

INDOPOSCO.ID – Selama Pandemi Covid-19, ekspor produk pertanian menunjukkan ketangguhannya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor sektor pertanian pada Juni 2021 mengalami kenaikan, yakni sebesar 33,04 persen (M-to-M) atau sebesar 15,19 persen secara (Y-on-Y). Kenaikan terjadi setelah komoditas tanaman obat, aromatik, rempah, kopi dan sarang burung walet memberi andil besar dalam ekspor selama Juni 2021. Sementara produk pertanian seperti edamame atau kacang kedelai Jepang dan porang juga tetap diminati negara tujuan ekspor.

Kepala Badan Karantina Pertanian (Kabarantan) Kementerian Pertanian (Kementan) RI Bambang mengatakan, sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terkait peningkatan ekspor pertanian melalui Program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks), Badan Karantina Pertanian (Barantan) terus melakukan dorongan ekspor komoditas pertanian melalui berbagai aspek.

“Kami sangat terbuka dan mendukung ekspor produk andalan seperti edamame dan porang. Silakan menghubungi Barantan di daerah masing-masing untuk berdiskusi dan berkoordinasi apabila ada kendala,” kataya saat menjadi pembicara utama dalam Diskusi Webinar yang digelar Forum Wartawan Pertanian (Forwatan) bertemakan ‘Mendorong Ekspor Berbasis Kawasan’, Sabtu (7/8/2021).

Webinar ini terlaksana atas dukungan Barantan Kementan dan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. Sebanyak tiga pembicara ditampilkan dalam diskusi itu antara lain Presiden Direktur (Presdir) PT Gading Mas Indonesia Teguh (GMIT) Erwan Santoso, Ketua DPW Pegiat Petani Porang Nusantara Deny Welianto; dan Pejabat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Pertanian Abdul Rahman.

Bambang menerangkan, pihaknya berupaya meningkatkan ekspor melalui berbagai kegiatan Gratieks, peningkatan informasi, dan menjalin kerja sama dengan entitas terkait baik di pusat maupun daerah. ”Harapannya agar dapat menambah kemanfaatan atau kesejahteraan bagi petani dan pelaku agribisnis,” tandasnya.

Bambang juga berpesan dan mengajak mengajak para pelaku usaha dan petani dalam negeri untuk disiplin penuhi tuntutan pasar global. “Setiap bangsa di dunia ini berupaya mengamankan warganya dari potensi bahaya bagi kesehatan. Saya pikir tanggung jawab ini juga melekat di kita terkait erat dengan tugas Balai Karantina yang juga bertangung jawab mengamankan risiko-risiko dari bahaya bagi kesehatan,” ujarnya.

Karenanya, Bambang mendorong para petani dan pengusaha agar menyesuaikan pangsa pasar internasional agar produk pertanian dalam negeri bisa mendapatkan harga jauh lebih bagus.

Kepala UPT Karantina Pertanian Balikpapan Abdul Rahman yang mewakili Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati A.M Adnan meminta petani mulai menanam porang dengan standar Good Agricultural Practices (GAP) dan Good Handling Pracliices (GHP), seperti yang persyaratan China.

Selain itu, Abdul juga meminta petani porang agar tidak menggunakan pupuk kimia sebagaimana yang disyaratkan dalam draf protokol ekspor chip porang ke Tiongkok sebagai negara tujuan ekspor.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button