Headline

Eks Menlu Era Soeharto, Mochtar Kusumaatmadja Meninggal di Usia 92 Tahun

INDOPOSCO.ID – Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia periode 1978 hingga 1988, Mochtar Kusumaatmadja menghembuskan napas terakhir di usia 92 tahun pada Minggu (6/5/2021) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebelum wafat, Mochtar dikabarkan sakit sejak 2015.

“Betul. Sekarang sedang persiapan pemakaman,” ujar adik kandung almarhum, Sarwono Kusumaatmadja yang dikonfirmasi Antara melalui pesan singkat di Jakarta, Minggu siang.

Mantan Menteri Kelautan di era Presiden Abdurrahman Wahid itu mengatakan, jenazah almarhum saat ini masih disemayamkan di rumah duka Jalan Balitung 3 Nomor 2, Kebayoran Baru, Jakarta.

Kabar duka juga disampaikan Akun Twitter resmi Kantor Staf Kepresidenan (KPS).

Melalui pernyataan di Twitter, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI turut menyampaikan duka cita atas kepergian Mochtar yang merupakan salah satu putra terbaik bangsa.

“Seluruh jasa-jasa dan pengorbananmu tidak akan lekang oleh waktu. Abadi di benak dan hati kami selamanya,” demikian keterangan Kemlu RI.

Menurut rencana, jenazah Mochar akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), Kalibata, Minggu dengan upacara yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. “Rencananya (dimakamkan) hari ini di TMP,” ujar Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah.

Mochtar pernah menjabat sebagai Menlu Kabinet Pembangunan III dan IV selama 10 tahun, dari Maret 1978 hingga 1988 menggantikan Adam Malik. Sebelumnya, pria kelahiran 17 Februari 1929 di Jakarta itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman Kabinet Pembangunan II Kabinet Pembangunan II (1973-1978) pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Pria yang memulai karier diplomasi pada usia 29 tahun ini juga dikenal sebagai Guru Besar Hukum di Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat.

Salah satu definisinya tentang hukum oleh Mochtar Kusumaatmaja berbunyi: “Hukum adalah keseluruhan asas-asas dan kaidah-kaidah yang mengatur kehidupan masyarakat, termasuk di dalamnya lembaga dan proses untuk mewujudkan hukum itu ke dalam kenyataan.” (aro)

Sponsored Content
Back to top button