• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Rupiah Tertekan Seiring Pasar Tunggu Keputusan RDG BI

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Kamis, 19 Januari 2023 - 10:13
in Ekonomi
Menghitung-Mata-Uang-Dollar

Ilustrasi - Petugas menghitung uang dolar AS di BNI KC Mega Kuningan, Jakarta, Kamis (21/7/2022). Foto: Antara/Rivan Awal Lingga/tom/pri

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (19/1) pagi tertekan seiring pasar menunggu keputusan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) terkait kebijakan suku bunga acuan.

Rupiah pagi ini turun 58 poin atau 0,38 persen ke posisi Rp15.145 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.088 per USD.

BacaJuga:

GWM Tampil dengan ORA 5 hingga Tank 500 Diesel, Raup 350 Lebih Pesanan di GIIAS 2026

Laris di GIIAS 2026, BYD M6 DM Sumbang 20 Persen SPK dan Raih Penghargaan

Penjualan Daihatsu Terus Bertumbuh, Gran Max Jadi Penopang Utama

“Dari domestik, pelaku pasar sedang menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia hari ini untuk melihat policy stance dan kebijakan suku bunga lanjutan oleh BI,” ucap Analis Pasar Uang Bank Mandiri Reny Eka Putri di Jakarta, dikutip dari Antara, Kamis (19/1).

Baca Juga : Rupiah Menguat Tajam Ditopang Ekspektasi Neraca Perdagangan Surplus

Bank Indonesia diperkirakan menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen dalam pertemuan RDG BI pada hari ini, Kamis (19/1).

Menaikkan suku bunga tersebut ditujukan untuk mengendalikan laju inflasi karena harga komoditas dalam negeri cukup melambung tinggi.

Rupiah terhadap USD berpeluang bergerak ke kisaran Rp15.015 per USD hingga Rp15.235 USD pada perdagangan hari ini, Kamis (19/1).

Selain itu, Renny menuturkan sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan beberapa pejabat The Fed pada Rabu (18/1) yang menyatakan masih akan menaikkan tingkat suku bunga acuan Fed Funds Rate meskipun inflasi Amerika Serikat (AS) mulai melandai.

The Fed melihat inflasi masih berada di atas target jangka panjang The Fed sebesar 2 persen.

Presiden Fed St Louis James Bullard dan Presiden Fed Cleveland Loretta Mester sebelumnya menekankan perlunya menaikkan suku bunga di atas 5,0 persen untuk menurunkan inflasi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) di Indonesia pada Desember 2022 mencapai 0,66 persen dibanding November (month-to-month), disumbang oleh kenaikan harga beras dan air minum PAM sebesar 0,07 persen. Sementara, inflasi sepanjang 2022 mencapai 5,51 persen.

Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Solikin M Juhro optimistis bisa menjaga inflasi tahunan di sekitar 3 persen plus minus 1 persen pada 2023.

Untuk mencapai target tersebut, di tengah tantangan perekonomian global, Bank Indonesia mengambil berbagai langkah antara lain dengan meningkatkan suku bunga acuan BI secara front loaded, pre-emptive, dan forward looking.

Ia menuturkan beberapa waktu lalu suku bunga acuan BI perlu dinaikkan lebih tinggi di awal untuk mengantisipasi risiko inflasi, dengan mempertimbangkan risiko ke depan.

Sementara itu menurut Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Universitas Indonesia Teuku Riefky, Bank Indonesia masih perlu melanjutkan siklus pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga acuan BI7DRR sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen bulan ini.

Menaikkan suku bunga kebijakan akan membantu mengurangi potensi jumlah arus modal keluar, menstabilkan pergerakan rupiah, dan mengurangi tekanan inflasi yang disebabkan oleh barang-barang impor.

Pada Rabu (18/1), rupiah ditutup meningkat 78 poin atau 0,51 persen ke posisi Rp15.088 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp15.165 per USD.(mg1)

Tags: nilai tukar rupiahrupiah

Berita Terkait.

gwm
Ekonomi

GWM Tampil dengan ORA 5 hingga Tank 500 Diesel, Raup 350 Lebih Pesanan di GIIAS 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 04:04
byd
Ekonomi

Laris di GIIAS 2026, BYD M6 DM Sumbang 20 Persen SPK dan Raih Penghargaan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:20
daihatsu
Ekonomi

Penjualan Daihatsu Terus Bertumbuh, Gran Max Jadi Penopang Utama

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:30
wamenkop
Ekonomi

Wamenkop Farida Farichah Dorong Koperasi Aji Tera Klaten Tembus Pasar Global

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:12
mendag
Ekonomi

Harga Ayam Harus Seimbang, Mendag: Peternak Untung dan Daya Beli Konsumen Terjaga

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:40
bc
Ekonomi

Aturan Pengangkutan Barang Impor dan Ekspor Berubah, Pelaku Usaha Perlu Ketahui 5 Poin Ini

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:36

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.