Ekonomi

Kriya Nusa 2022 Jadi Panggung Pertunjukan Karya Wastra dan Ajang Perias Disabilitas Unjuk Gigi

Lebih lanjut, Suzana menegaskan masyarakat di tanah air tidak boleh melupakan karya dari teman-teman disabilitas dan memberikan ruang pada mereka untuk berkarya dengan setara dalam upaya mendukung inklusifitas. Sebab anak-anak disabilitas bukanlah masyarakat terpinggirkan, melainkan sama seperti masyarakat pada umumnya dengan karya yang tidak kalah baiknya.

“No one left behind, itu prinsipnya, tidak ada satupun orang yang tertinggal dalam kemajuan bangsa Indonesia,” kata Suzana.

Pada kesempatan yang sama, salah satu perias disabilitas PTI Nanda Afrieza mengaku bahagia dan bersyukur bisa dipercaya untuk terlibat dalam acara sebesar ini.

“Ini pengalaman yang luar biasa buat saya, karena ini pertama kali saya merias (penari) dengan banyak glitter, apalagi banyak orang yang melihat, hingga membuat saya agak sedikit gugup tapi saya bisa mengatasinya,” kata Nanda menceritakan pengalamannya usai merias para penari wastra nusantara.

Nanda berharap melalui acara ini, dirinya bisa lebih dikenal dan akan banyak mendapatkan pekerjaan merias. Nanda bahkan berharap suatu saat ia mampu membuat usaha rias sendiri yang melibatkan para disabilitas.(srv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button