Ekonomi

Bermitra dengan LPDB-KUMKM, Produktivitas KSPPS ANUGERAH Naik

“KSPPS ANUGERAH terus berusaha memegang teguh amanah yang diberikan LPDB-KUMKM, salah satunya dengan menyalurkan pembiayaan pada anggota yang tepat sasaran dan tepat pemanfaatan,” papar Hery.

Dengan adanya dukungan dan kehadiran pemerintah pusat, lanjut Hery, harapannya LPDB-KUMKM dapat terus mendukung KSPPS ANUGERAH agar berkontribusi secara maksimal dalam meningkatkan ekonomi masyarakat khususnya mendorong usaha koperasi agar kian maju dan berkembang.

“Menurut kami, LPDB-KUMKM merupakan lembaga pembiayaan terbaik dibanding lembaga-lembaga pembiayaan lain yang pernah mendukung koperasi kami. Mohon dipertahankan kinerja layanan yang sudah baik ini,” pesan Hery.

Modernisasi Digital

KSPPS ANUGERAH yang merupakan koperasi primer tingkat provinsi memiliki satu kantor pusat dan 45 kantor cabang yang tersebar di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.

Kegiatan usaha dari koperasi yang berdiri sejak tahun 2005 ini, meliputi usaha yang berorientasi profit dan berorientasi sosial. Dengan total asset hingga Juli 2022 mencapai Rp355,338 miliar, koperasi yang diketuai oleh Ngaseran ini telah memiliki anggota sebanyak 166.728 orang dengan jumlah karyawan sebanyak 688 orang.

Hery menambahkan, koperasi telah menerapkan teknologi digital dengan menggunakan aplikasi Anugerah Syariah Integrated Information System (ASIIS) yang diciptakan sendiri oleh koperasi. Selain itu, aplikasi mobile bernama Anugerah Syariah Connected (ASYIC) juga dikembangkan dalam memberi kemudahan bagi anggota dalam melakukan transaksi keuangan.

Terkait upaya peningkatan layanan, Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo mendukung layanan yang diberikan KSPPS ANUGERAH kepada para anggotanya. Supomo juga memotivasi koperasi-koperasi lainnya di daerah untuk terus meningkatkan fungsi layanan terutama dari segi efisiensi, produktivitas, dan daya saing usaha koperasi.

Supomo menjelaskan, hingga kini masih banyak koperasi-koperasi di daerah yang membutuhkan perhatian, pendampingan, serta pembinaan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi/Kabupaten/Kota, Kementerian Koperasi dan UKM melalui LPDB-KUMKM, dan pihak-pihak terkait, termasuk para pemangku kepentingan, lanjut Supomo.

“Dengan adanya sinergi dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah, serta pendampingan dan perkuatan permodalan dari LPDB-KUMKM, akan menjadi cikal bakal yang baik bagi koperasi dalam mengembangkan dan meningkatkan sisi perekonomiannya. Dengan komitmen yang kuat, serta visi misi yang sama untuk terus maju dan berkembang, koperasi diharapkan mampu membentuk ekosistem yang kondusif dan dapat menjadi aggregator bagi para anggotanya,” ujar Supomo.(bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button