Ekonomi

IHSG Menguat Seiring Masih Masuknya Modal Asing

Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell sebelum “pekan bisu” atau blackout period, menjadi penggerak pasar hari ini.

Investor menantikan rilis data inflasi AS Agustus yang menjadi penentu kebijakan moneter The Fed berikutnya.

Dari Eropa, Indeks Pan Eropa Stoxx 600 berakhir naik, dengan semua sektor dan bursa utama regional di wilayah positif.

Pada pekan lalu, Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan kenaikan suku bunga 75 bps, mengantarkan suku bunga deposito acuan menjadi 0,75 persen. ECB juga merevisi ekspektasi inflasi menjadi rata-rata 8,1 persen pada 2022.

Kenaikan suku bunga tersebut diharapkan dapat mengurangi selisih antara benchmark ECB dan The Fed rate, terutama dengan melemahnya mata uang euro (ytd) yang tertekan oleh perang, serta untuk mengurangi inflasi (sebagian akibat impor yang lebih mahal).

Di sisi lain, Bank of England akan menunda pertemuan Komite Kebijakan Moneter bulan September selama seminggu karena negara itu memasuki masa berkabung nasional. Keputusan Komite akan diumumkan pada pukul 12 siang waktu setempat pada 22 September.

Krisis energi di Eropa, kecepatan dan durasi kenaikan suku bunga Fed, dan potensi resesi AS, kemungkinan akan mengalahkan pengetatan kuantitatif sebagai penggerak pasar.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 322,36 poin atau 1,14 persen ke 28.537,11 dan indeks Straits Times meningkat 8,68 poin atau 0,27 persen ke 3.271,63. Sedangkan bursa saham Hong Kong libur. (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button