Ekonomi

Rupiah Menguat di Tengah Pasar Tunggu Pidato Gubernur Fed

Hal itu sejalan dengan pernyataan para pejabat The Fed lainnya yang masih memandang perlunya kenaikan suku bunga untuk terus menekan inflasi di Amerika Serikat (AS).

Laporan inflasi Agustus AS menunjukkan penurunan, tetapi masih dipandang sebagai imbas langsung dari kenaikan suku bunga agresif The Fed dan bukan karena pulihnya ekonomi. Hal itu yang mendorong The Fed tetap perlu menjaga tingkat suku bunga tinggi untuk sementara waktu.

Tetapi Powell telah menyebutkan akan menghentikan langkah kenaikan suku bunga agresif The Fed, yang sebelumnya sempat naik 75 basis poin pada dua pertemuan sebelumnya.

Powell pada pidato-pidato sebelumnya mengindikasikan kenaikan hanya 25 basis poin pada pertemuan September mendatang, sedangkan banyak pejabat The Fed lainnya mengharapkan kenaikan setidaknya 50 basis poin, yang menyebabkan sikap hati-hati pasar memprediksi besaran kenaikan suku bunga acuan bank sentral AS.

Pada Kamis (25/8) rupiah ditutup menguat 23 poin atau 0,16 persen ke posisi Rp14.825 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.848 per USD.(mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button