Ekonomi

Belanja pemerintah akan digenjot di semester II 2022

Airlangga membantah konsumsi pemerintah menurun akibat perlambatan penyaluran anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN) yang di semester I 2022. “Penyerapan PEN tidak maksimal sebab jumlah kasus aktif COVID-19 menurun, karena salah satu anggaran tertinggi dalam program PEN yakni untuk kesehatan senilai Rp 122,5 triliun yang tidak kita maksimalkan,” tuturnya.

Ketua Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono sebelumnya mengatakan belanja pemerintah di kuartal II terkontraksi karena penurunan realisasi belanja pegawai dan belanja barang jasa dalam APBN.

Belanja pemerintah pun menjadi satu-satunya sisi pengeluaran yang mengalami pertumbuhan negatif di kuartal II 2022.

Sementara itu, konsumsi rumah tangga tumbuh signifikan 5,51 persen secara tahunan, investasi tumbuh 3,07 persen, ekspor tumbuh 19,74 persen, impor tumbuh 12,34 persen, dan konsumsi LNPRT tumbuh 5,04 persen. “Meski pertumbuhan belanja pemerintah negatif, nyatanya masih memberikan kontribusi 6,94 persen terhadap laju pertumbuhan ekonomi nasional,” ucapnya.(wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button