Ekonomi

IHSG Terkoreksi Tunggu Rilis Data Inflasi AS

Fokus saat ini tertuju pada risiko penurunan pada perkiraan pendapatan karena perusahaan bergulat dengan kenaikan suku bunga dan tekanan inflasi yang lebih besar, serta kemungkinan adanya resesi.

Di tengah risiko tersebut, investor menghindari aset berisiko yang menyebabkan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 9 basis poin menjadi 2,9 persen. Kurva imbal hasil antara obligasi tenor 2 tahun dan 10 tahun yang terbalik, kembali terjadi setelah April lalu.

Secara historis, pembalikan kurva imbal hasil menjadi leading indicator bahwa ekonomi AS akan segera memasuki resesi.

Berita Terkait

Dari komoditas, harga minyak mentah melemah, dengan Brent melemah 7,1 persen menjadi 99,49 dolar AS per barel dan West Texas Intermediate (WTI) melemah 7,9 persen ke level 95,84 dolar AS per barel.

Pelemahan terjadi seiring kebijakan pengendalian Covid-19 China yang diterapkan kembali, serta ketakutan atas perlambatan ekonomi global, yang memberatkan prospek permintaan terhadap minyak.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 80,51 poin atau 0,31 persen ke 26.417,17, indeks Hang Seng turun 54,03 poin atau 0,26 persen ke 20.898,77, dan indeks Straits Times meningkat 10,12 poin atau 0,32 persen ke 3.135,65.(mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button