Ekonomi

Minyak Turun, OPEC Jajaki Tangguhkan Rusia dari Kesepakatan Produksi

INDOPOSCO.ID – Harga minyak turun pada penutupan perdagangan Selasa (31/5) atau Rabu (1/6) pagi WIB, setelah laporan bahwa beberapa negara produsen sedang menjajaki gagasan untuk menangguhkan partisipasi Rusia dalam kesepakatan produksi OPEC+.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Agustus, kontrak yang paling aktif diperdagangkan, turun USD2,0 atau 1,7 persen, menjadi di USD115,60 per barel, setelah naik menjadi USD120,80 pada hari sebelumnya. Kontrak bulan Juli, yang berakhir pada Selasa (31/5/2022), ditutup naik USD1,17 atau 1,0 persen, menjadi USD122,84 per barel.

Baca Juga : Para Pemimpin Uni Eropa Setujui Embargo Minyak Rusia

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni merosot 40 sen atau 0,4 persen menjadi USD114,67 per barel, turun dari penutupan Jumat (27/5). Pada awal sesi, WTI telah menyentuh USD119,98, tertinggi sejak 9 Maret. Tidak ada penyelesaian pada hari libur Memorial Day AS pada Senin (30/5).

Meskipun tidak ada dorongan formal bagi Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) untuk memompa lebih banyak minyak guna menebus potensi kekurangan Rusia, beberapa anggota Teluk telah mulai merencanakan peningkatan produksi dalam beberapa bulan ke depan, Wall Street Journal melaporkan, mengutip delegasi OPEC.

“Penangguhan Rusia dari OPEC plus bisa menjadi cikal bakal Arab Saudi dan Uni Emirat Arab memanfaatkan kapasitas produksi cadangan mereka, karena mereka akan merasa tidak lagi memiliki kesepakatan kuota produksi yang perlu mengakui kepentingan Rusia,” kata Andrew Lipow dari Lipow Oil Associates di Houston, seperti dikutip Antara, Rabu (1/6).

OPEC dan sekutunya yang dipimpin oleh Rusia, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, telah melepas rekor pengurangan produksi sejak pandemi Covid-19 terjadi pada tahun 2020. Berdasarkan kesepakatan yang dicapai pada Juli 2021, kelompok itu menetapkan untuk meningkatkan target produksi sebesar 432 ribu barel per hari setiap bulan sampai akhir September.

Namun, produksi minyak mentah Rusia pada April turun hampir 9,0 persen dari bulan sebelumnya, menurut laporan internal OPEC+ bulan ini.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button