Ekonomi

Ekonom Minta Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Program tersebut perlu dipersiapkan mengingat situasi global dalam ketidakpastian, melambungnya harga minyak dan gas, serta turunnya pasokan gandum sehingga dunia terancam inflasi. Hal ini dapat menempatkan perekonomian global tahun 2022 lebih buruk dari kondisi 2021.

“Adapun untuk komoditas yang harganya dikontrol oleh pemerintah melalui Pertamina, kita berharap pemerintah jangan menaikkan harga BBM jika negara masih mampu menanggung biaya subsidi,” kata ekonom jebolan Universitas Birmingham Inggris itu seperti dikutip Antara, Minggu (3/4/2022).

Muttaqin mengatakan kini kemampuan pengelola negara diuji, apakah mengambil langkah mudah dengan begitu saja menaikkan harga BBM mengikuti perkembangan harga pasar dunia dengan konsekuensi ancaman inflasi, turunnya daya beli masyarakat, bertambahnya penduduk miskin dan naiknya biaya produksi.

Ataukah mengambil pilihan menjaga tingkat harga BBM agar inflasi terkendali dan daya beli masyarakat terjaga, serta pemulihan ekonomi masih dapat berjalan, namun konsekuensinya defisit APBN akan semakin besar.

Diketahui memasuki bulan Ramadhan ini masyarakat tidak hanya menghadapi persoalan kelangkaan dan naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok, khususnya minyak goreng, tetapi juga naiknya harga BBM. Mulai 1 April 2022 Pertamina menaikkan harga Pertamax dari Rp9.000 sampai Rp9.400 menjadi Rp12.500 sampai Rp13.000 per liter.

Penyebab kenaikan harga Pertamax tersebut adalah melonjaknya harga minyak mentah di pasar global. Akibatnya harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) juga meningkat lebih dari 50 persen dari akhir tahun 2021 hingga Maret 2022.

Muttaqin menyatakan harga berbagai jenis BBM di Indonesia ke depannya juga berpotensi dinaikkan kembali. Hal ini karena tren harga minyak mentah di pasar dunia cenderung mengalami peningkatan didorong pemulihan ekonomi global dan eskalasi perang Rusia-Ukraina yang terjadi sejak Februari 2022. (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button