Ekonomi

Menko Perekonomian: KUR Harus Sasar Semua Sektor

Dengan demikian total outstanding KUR hingga 28 Februari tercatat mencapai Rp412 triliun dengan rasio kredit macet (NPL) 0,6 persen (batas ambang 5,0 persen). Sejauh ini porsi terbesar KUR disalurkan ke sektor perdagangan dengan porsi mencapai 44,8 persen, disusul sektor pertanian 30,5 persen dan sektor jasa 13,7 persen.

Sebagaimana diketahui, pemerintah menetapkan plafon KUR pada tahun ini sebesar Rp373,17 triliun. Jumlah tersebut meningkat dari target perubahan penyaluran KUR pada 2021 sebesar Rp285 triliun.

Pemerintah juga melanjutkan pemberian insentif tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen yang semula ditetapkan hingga Juni 2022 menjadi Desember 2022.

Selain itu pemerintah pun menaikkan plafon minimal KUR dari Rp10 juta – Rp100 juta, dari sebelumnya hanya Rp10 juta – Rp50 juta. Sejauh ini terdapat tiga jenis KUR yakni super mikro Rp3 juta-Rp10 juta, KUR mikro Rp10 juta-Rp100 juta dan KUR Kecil Rp100 juta-Rp500 juta.

Darmonoto, petani sawit dari Desa Cipta Praja, Kecamatan Keluang, Kabupaten Musi Banyuasin, mengatakan dirinya merasa terbantu oleh adanya program KUR ini. Sebelumnya, ia sudah mengakses program peremajaan sawit rakyat (PSR) pada 2019, dengan mendapatkan bantuan Rp25 juta per hektare untuk meremajakan lahan seluas 4 hektare.

“Adanya KUR ini sangat terbantu sekali, karena lahan yang diremajakan itu butuh perawatan. Saya mendapatkan pinjaman Rp100 juta dari bank dengan bunga hanya 6,0 persen per tahun,” kata dia. (gin)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button