Ekonomi

Dibayangi Sentimen Kenaikan Suku Bunga The Fed, Rupiah Melemah

Dari dalam negeri, lanjut Ariston, kondisi peningkatan jumlah kasus Covid-19 juga masih diwaspadai pelaku pasar seandainya pemerintah memberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang lebih ketat, yang dinilai bisa menekan rupiah.

Pada Senin (24/5) kemarin, jumlah kasus harian terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 2.327 kasus sehingga total kasus mencapai 4,29 juta kasus. Khusus untuk varian Omicron telah mencapai 1.406 kasus.

Ariston menilai, walaupun ada sentimen The Fed, rupiah masih bisa bergerak menguat.

“Kemungkinan karena pasar mempertimbangkan kondisi ekonomi Indonesia yang relatif stabil dari sisi inflasi, pandemi dan peluang pemulihan ekonomi ke depan dibandingkan situasi yang terjadi di AS,” kata Ariston.

Ariston mengatakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.300 per dolar AS hingga Rp14.380 per dolar AS.

Pada Senin (24/1) lalu, rupiah ditutup menguat tipis 1 poin ke posisi Rp14.335 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.341 per dolar AS.(mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button