Ekonomi

Pakar: NFT Peluang Usaha Baru tapi Ada Risikonya

“Sebab foto diri tadi adalah data, yang ketika diolah secara sistematis akan menjadi informasi, dan informasi yang digabungkan dengan informasi lain akan menjadi pengetahuan,” kata dia.

Ia melanjutkan, pada ruang dan waktu di semesta digital, nilai pada konten( informasi) digital, misalnya NFT atau cryptocurrency, proses pemberian dan pengakuan nilai oleh jejaring berjalan lebih masif.

Ini terjadi akibat individu-individu yang berkumpul di dalam jejaring, diprasaranai oleh mikro elektronik seperti perangkat pintar beserta platform digitalnya, yang makin terjangkau dan dimiliki masyarakat secara global.

“Bayangkan saja selfie Ghozali yang konsisten dilakukan setiap hari selama 5 tahun, terkumpul jadi sekitar 930 foto serta ditawarkan sebagai NFT di semesta digital. Ditawarkan sebagai NFT artinya, konten( informasi) digital yang siap diberi nilai oleh masyarakat dalam jejaring konsumen NFT,” kata Firman.

“Manakala salah satu konsumen mengakui bahwa konsistensi Ghozali dalam bentuk NFT-nya patut mendapat nilai yang tinggi, dan pengakuan itu tersebar di dalam jejaring, maka naiklah nilai NFT Ghozali. Sesederhana itu,” imbuhnya.

Ia menambahkan, sebaliknya manakala pengakuan terhadap nilai yang tinggi ramai-ramai dicabut oleh masyarakat dalam jejaring konsumen, selesailah nilai NFT tertentu, seperti NFT “Squid Game” yang sebelumnya bernilai sangat tinggi, dalam hitungan hari menjadi komoditas digital yang tak bernilai apa pun.(mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button