Ekonomi

KemenKopUKM Apresiasi Ekspor 150 Kontainer Sabun UMKM ke Enam Negara

Dalam membangun ekosistem ekspor yang kondusif bagi UKM, KemenKopUKM telah menyediakan berbagai program, di antaranya SMESCO Hub Timur untuk mengagregasi produk UMKM dan koperasi wilayah timur Indonesia, baik untuk target pasar di dalam dan luar negeri.

Selain itu, KemenKopUKM juga menyediakan SMESCO Labo untuk skill enrichment bagi semua pelaku usaha atau industri kecil dan menengah. Di dalam SMESCO Labo ini, tersedia beberapa fasilitas laboratorium yang sudah tersedia, seperti mechanical lab, photography lab, food lab, dan handycraft labo.

“Kita juga punya Rumah Produksi Bersama dalam komoditas produk nilam, rotan, biofarma, kelapa, dan sapi. Angkutan kargo terjadwal, dan logistik bersubsidi kolaborasi bersama Garuda Indonesia. Pembiayaan ekspor. Sertifikasi internasional, sertifikasi mutu ISO/HACCP, FSSC, BRC, Organik, dan SVLK. Satgas pengembangan ekspor. Agenda pameran internasional dalam G20 ada 150 side event yang bisa dimanfaatkan untuk promosi UMKM, juga MotoGP, Muslim Indonesia Fashion Festival, serta berbagai program lainnya,” ucapnya.

Di tempat yang sama, Komisaris PT Restu Graha Dana, Dian Prasetyo mengatakan bahwa acara kali ini menunjukkan bahwa pelaku UKM dapat ikut berkontribusi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi melalui ekspor.

“Kita bergandengan tangan untuk berkontribusi pada ekonomi Indonesia,” kata Dian.

Sementara itu, Ketua Umum Komunitas UMKM Naik Kelas, Raden Tedy menambahkan bahwa pelepasan ekspor ini menjadi bukti adanya sinergi antara UMKM dengan pelaku usaha untuk mengekspor sabun dengan bahan baku dari UMKM di seluruh Indonesia.

“Sabun ini ada yang bahan bakunya dari kelapa sawit, buah pala dan masih banyak lagi. Kita juga akan melakukan ekspor terhadap produk UMKM lain ke depannya,” tegas Tedy.

Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo menuturkan bahwa pihaknya bercita-cita untuk membuat UMKM menjadi pahlawan devisa negara. Dalam artian, dengan melakukan ekspor, UMKM dapat berkontribusi menyumbangkan devisa negara untuk kemajuan Indonesia.

“Kami bangga dengan KemenKopUKM dalam membina UMKM dan bersinergi dengan berbagai pihak untuk membina UMKM. Mudah-mudahan dengan langkah kita bersama, ekspor UMKM akan terwujud lebih masif. Cita-cita kami bahwa kami ingin jadikan UMKM pahlawan devisa. Artinya diharapkan mengisi devisa melalui ekspor. Kami berharap kerja sama dengan KemenKopUKM agar cita-cita ini dapat terwujud,” pungkas Eddy. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button