Ekonomi

Batan dan PLN Didorong Kolaborasi Kembangkan Energi Nuklir

Sehingga, lanjutnya, Indonesia tak punya banyak pilihan, membiarkan lingkungan hidup terdegradasi dan menjadikan bergantung pada energi fosil yang terbatas, atau segera mengalokasikan sumber daya yang ada untuk mengembangkan potensi energi uranium dan sejenisnya yang tersedia. Terutama dalam memenuhi kebutuhan energi listrik.

“Kami mendorong otoritas Batan maupun BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) bersama BUMN (Badan Usaha Milik Negara) terkait seperti PLN segera melakukan kolaborasi intensif dalam mengembangkan energi nuklir. PLN tidak bisa terus menerus menjadikan batu bara sebagai sumber energi utama dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional. Demikian juga untuk kebutuhan manufaktur yang kita kembangkan dalam industri hulu komoditi unggulan ekspor,” ujarnya.

“Kami sangat percaya Presiden Joko Widodo memiliki atensi yang sama terhadap potensi energi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan murah ini. Dan Kita memiliki SDM (sumber daya manusia) di bidang energi yang tidak kalah unggul dan dapat diandalkan. Apalagi jika kita memilih partner swasta yang tepat untuk memulainya,” tutup mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bengkulu itu.

Berita Terkait

Sekadar diketahui, berdasarkan data Batan Indonesia memiliki bahan baku nuklir berupa sumber daya uranium sebanyak 81.090 ton dan juga thorium sebanyak 140.411 ton. Bahan baku nuklir tersebut tersebar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Secara terinci, Sumatera memiliki 31.567 ton uranium dan 126.821 ton thorium. Sementara Kalimantan memiliki sebanyak 45.731 ton uranium dan 7.028 ton thorium. Sulawesi memiliki 3.793 ton uranium dan 6.562 ton.(arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button