Ekonomi

Saat Pandemi Tahun Kedua, Pertamina Justru Cetak Kinerja Unggul

Kolaborasi penyediaan energi dilakukan Pertamina dengan berbagai perusahaan migas global, seperti ExxonMobil untuk Carbon Capture Utilization and Storag (CCUS). Pertamina juga menjalin kerja sama dengan Masdar dan ACWA untuk pengembangan pembangkit listrik bersih di wilayah kerja hulu dan kilang.

Pertamina melakukan sinergi BUMN dengan PLN untuk penyediaan pasokan dan pembangunan infrastruktur gas alam cair di 56 lokasi. Selain itu, Pertamina bersama PLN dan Pupuk Kujang juga terus meningkatkan keandalan dan penyaluran pasokan gas sebesar 200 BBTUD untuk sektor listrik dan 25 BBTUD untuk sektor pupuk.

Kolaborasi dengan BUMD juga dilakukan Pertamina untuk meningkatkan pemanfaatan gas bumi dengan potensi 80.000 sambungan untuk DKI Jakarta dan 31.800 sambungan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Sepanjang 2021, Pertamina telah menjalankan 255 proyek dengan penggunaan komponen dalam negeri mencapai 69, 6 persen sebagai bentuk dukungan pada pertumbuhan industri dalam negeri.

Di tengah pandemi Covid-19, Pertamina berkolaborasi dengan masyarakat mendukung 250 UMKM untuk go digital dan global melalui Pertamina SMEXPO 2021.

Sepanjang dua tahun ini menjadi garda terdepan membantu masyarakat menghadapi Covid-19 membangun tujuh rumah sakit khusus Covid-19 dengan kapasitas 1.200 tempat tidur serta menyalurkan berbagai bantuan nilai mencapai Rp2,1 triliun seperti dikutip Antara.

Di lain pihak, Konsep Go Digital merupakan upaya digitalisasi di aspek bisnis Pertamina untuk meningkatkan kecepatan pengambilan keputusan. Pada 2021, Pertamina telah berhasil membangun dan mengoperasikan Pertamina Integrated Command Center (PICC).

Pusat integrasi big data Pertamina dari hulu ke hilir ini dioperasikan pada 1 September 2021 yang berperan penting dalam memonitor produksi dan pelayanan kepada masyarakat.

Pertamina sukses melakukan digitalisasi di hulu, pengolahan dan hilir. Perseroan telah membangun Integrated Optimization Decision Support Center (IODSC) di sektor hulu, sehingga mampu menurunkan potensi kehilangan produksi di Blok Rokan secara signifikan dengan nilai manfaat lebih dari 200 juta dolar AS.

Pertamina juga menjadi perusahaan energi pertama di Asia yang menggunakan teknologi Enhanced Full Tensor Gradiometry (eFTG). Perseroan berhasil melakukan survei minyak di Cekungan Bintuni dan Salawati, Papua Barat dengan luas area 45 ribu kilometer persegi menggunakan teknologi digital ini.

Digitalisasi di kilang dilakukan melalui program Predictive Maintenance Online (PMO). Sedangkan digitalisasi di hilir dilakukan melalui digitalisasi di seluruh SPBU Pertamina, sehingga bisa dimonitor secara langsung. Perseroan juga telah berhasil melakukan digitalisasi dalam pengelolaan perkapalan, sehingga bisa dimonitor secara langsung.

Konsep lainnya, Go Productive & Efficient yang merupakan upaya Pertamina secara konsisten menjalankan tugas yang diberikan pemerintah dengan baik dan tetap berprestasi. Di tengah tantangan pandemi, Pertamina terus menjalankan kewajiban dan amanah pemerintah dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.

Pada 2021, Pertamina mendapat amanah mengelola Blok Rokan. Amanah ini dijalankan Pertamina dengan meningkatkan produksi dan efisiensi dengan mengebor 118 sumur, sehingga meningkatkan produksi 162 ribu barel per hari.

Capaian ini menyumbang penerimaan negara sebesar Rp2,7 triliun. Pertamina juga telah berhasil menyelesaikan pembangunan 2 kapal tangker raksasa, yakni VLCC Pertamina Pride dan Pertamina Prime dengan kapasitas 2 juta barel.

Pertamina juga terus menuntaskan RDMP dan GRR serta pengembangan petrokimia sebagai salah satu bisnis masa depan perseroan.

Terakhir, Konsep Go Global merupakan upaya Pertamina untuk memperluas bisnisnya ke mancanegara dan mendorong anak usahanya untuk meningkatkan daya saing di pasar mancanegara.

Pada 2021, Pertamina menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang masuk Fortune Global 500 di urutan 287. Di tengah tantangan, Pertamina meraih tak kurang dari 250 penghargaan dalam skala global maupun nasional.

Di sisi hulu, Pertamina telah melebarkan sayapnya di 13 negara mulai Aljazair hingga Venezuela. Lapangan migas di mancanegara berkontribusi 49,9 juta barel dengan nilai 2,8 miliar dolar AS yang dikirimkan ke Indonesia.

Di hilir, Pertamina telah berhasil melakukan ekspor produk unggulan avtur dan pelumas. Layanan avtur Pertamina telah tersedia di 128 lokasi di 47 negara. Sedangkan produk pelumas Pertamina telah diekspor ke 14 negara dengan pasar terbesar di Asia, Afrika, dan Australia.

Terbaru, Pertamina juga telah berhasil melakukan Global Branding melalui pembangunan Pertamina Mandalika International Street Circuit, sebagai dukungan Pertamina untuk Indonesia. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button