Ekonomi

SMESCO Indonesia Dapat Perhatian dari Presiden, MenKopUKM: Pengelolaan Harus Profesional

Proyeksi SMESCO Tahun 2022

Di tempat yang sama, Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata menuturkan bahwa pada tahun depan, pihaknya telah memiliki beberapa target yang akan dilakukan.

Target tersebut ialah defisit SMESCO Indonesia berada pada titik nol, kenaikan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) mencapai 20% sampai dengan 35 persen atau Rp18 miliar sampai Rp22 miliar, dan pengembangan SMESCO Hub Timur.

“Untuk menuju defisit nol di tahun depan, strategi kita tetap sama seperti tahun ini, yaitu PNBP hanya untuk gaji karyawan, tidak ada yang lain. Semua program bisa kita lakukan bukan dari PNBP tapi dari pihak lain. Ini berjalan dan yang kita lakukan semua sponsorship. Maka dari itu, PNBP di tahun depan diperbolehkan jadi investasi tapi programnya harus make sense,” ucap Leo.

Untuk menuju target PNBP 20 persen sampai 35 persen, Leo yakin hal ini dapat tercapai di tahun 2022 dengan strategi di antaranya melakulan pembenahan Paviliun Provinsi dan investasi di cloud kitchen, di mana cloud kitchen merupakan ketersediaan mesin canggih untuk memproduksi produk UMKM bekerja sama dengan BPOM dan pihak lainnya.

“Kita juga memiliki agenda G20 dan akan kita tingkatkan SMESCO Hub Timur agar mampu mendatangkan investasi ke Indonesia. Capex pendirian Smesco Hub Timur full dari sponsor sebanyak Rp2,5 miliar total investasinya. Tujuannya 100 UMKM naik kelas dari 80% kecil ke menengah 20% menengah ke besar dengan total ekspor USD15 juta. Prioritas kita di SMESCO Hub Timur ini untuk agro based produk, herbal dan lokal ingredience,” tegasnya.

“Nanti kita juga akan menghadirkan kurasi nasional, agar SMESCO Indonesia dapat menghadirkan sertifikasi untuk UMKM. Untuk mencapai itu kita harus tingkatkan integrasi. Nanti akan ada konvoi produk nasional yang ujungnya kepada go global,” pungkas Leo.(son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button