Ekonomi

Emas Berjangka Tergelincir 2,9 Dolar Terseret Penguatan “Greenback”

“Dukungan yang mendasarinya datang dari kekhawatiran inflasi,” kata Wyckoff, menambahkan “kecenderungan Fed untuk kebijakan moneter yang sedikit lebih ketat tampaknya telah sedikit menenangkan pedagang emas” Selasa (28/12), seperti dikutip Antara.

Emas yang tidak memberikan imbal hasil sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang lebih tinggi.

Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik dari level terlemahnya dalam hampir seminggu, membuat emas yang dihargakan dalam dolar kurang menarik bagi pemegang mata uang non-AS.

“Sementara dolar AS menguat, tidak banyak pergerakan emas hari ini,” kata analis Quantitative Commodity Research, Peter Fertig, menambahkan bahwa salah satu alasan utama kurangnya likuiditas adalah penutupan pasar selama Natal.

Imbal hasil yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas, yang sedikit membebani harga emas, Fertig menambahkan.

Meskipun sepi secara keseluruhan minggu ini, “likuiditas yang rendah membuat sensitivitas berita utama lebih menonjol, karena pasar yang tipis kemungkinan akan membuat aksi harga lebih gelisah jika sesuatu terjadi”, kata ahli strategi mata uang DailyFX, Ilya Spivak.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 4,9 sen atau 0,21 persen, menjadi ditutup pada 22,899 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 5,9 dolar AS atau 0,61 persen, menjadi ditutup pada 969,2 dolar AS per ounce.(mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button