Ekonomi

Emas Menguat Setelah Kekhawatiran Omicron dan Inflasi Angkat Daya Tarik

Namun, keuntungan emas lebih lanjut dibatasi karena indeks dolar AS naik tajam pada Jumat (17/12). Hasil pertemuan Federal Reserve AS telah menjadi” awan besar ketidakpastian” atas logam mulia dan sekarang fokusnya adalah pada data tenaga kerja, kata Streible.

The Fed pada Rabu (15/12) mengisyaratkan tiga kenaikan suku bunga hingga akhir 2022, sebuah langkah yang biasanya akan membebani emas karena suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil.

Tetapi logam bergerak lebih tinggi karena prospek kenaikan suku bunga telah diperkirakan pasar sebelum pengumuman, kata para analis.

Keuntungan emas datang meskipun terjadi arus masuk ke dolar, yang juga dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama ketidakpastian geopolitik.

Tetapi prospeknya untuk tahun 2022 “tetap dikaburkan dengan sebagian besar perkiraan emas bearish didorong oleh ekspektasi untuk imbal hasil riil yang lebih tinggi secara tajam,” kata analis Saxo Bank, Ole Hansen dalam sebuah catatan.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 4,8 sen atau 0,21 persen, menjadi ditutup pada 22,533 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 5,6 dolar AS atau 0,6 persen, menjadi ditutup pada 934,50 dolar AS per ounce. (mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button