Ekonomi

Tangkap Peluang, GDPS Hadirkan Inovasi dan Solusi

Arif memaparkan, industri perawatan kesehatan –termasuk farmasi– menjadi industri terkuat di tengah pandemi seiring dengan meningkatnya permintaan.

Sebaliklnya, dibandingkan dengan sektor lain, penerbangan industri adalah sektor yang paling terpengaruh, dan diperkirakan akan bangkit kembali pada 2023.

Kondisi industri yang sudah ada sebelumnya, tantangan dengan ketahanan neraca maskapai penerbangan, dan biaya tetap yang tinggi menyebabkan arus kas jangka pendek bermasalah dan memberikan ketidakpastian pertumbuhan jangka panjang. Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi nasioal di 2021 pada kisaran 4,8 persen – 5,8 persen dengan inflasi tingkat tetap terkendali 3,0 persen + 1 persen.

Melihat kondisi seperti itu, lanjut Arif, GDPS tentunya membaca sebuah peluang yang harus ditangkap dengan cepat. Dengan visi “Menjadi perusahaan pemberi jasa yang profesional dan terpercaya sebagai mitra bisnis utama pelanggan”, GDPS hadir di tengah para pelaku usaha tanah air untuk bergandengan tangan bersama semua pemangku kepentingan (stakeholders) dalam mencari solusi optimalisasi pengelolaan proses bisnis dan dukungan ketersediaan tenaga kerja yang handal profesional dalam rangka mempertahankan fleksibilitas beradaptasi dengan berbagai perubahan sekaligus mendukung pencapaian tujuan bisnis anda lebih cepat dan berkesinambungan.

Mengusung nilai profesionalisme, GDPS akan selalu berupaya menjadi mitra bisnis yang dapat diandalkan dan terpercaya.

“Kami percaya dapat menjadi mitra strategis bagi berbagai pelaku industri tanah air, yang nantinya mampu membawa semangat untuk bertumbuh secara konsisten, menuju akselerasi bisnis yang diharapkan,” kata Arif.

Terlepas dari dampak COVID-19, GDPS berhasil dalam fase pertama transformasi bisnis yang ditargetkan, dibuktikan dengan pertumbuhan pendapatan yang signifikan (49 persen) dibandingkan dengan tahun 2020. Pada tahun 2019 revenue GDPS sekitar Rp230 miliar, sedangkan pada 2020 revenue GDPS naik menjadi Rp344 miliar.

“Melalui sejumlah strategi yang diterapkan, diperkirakan pada tahun 2021 revenue perusahaan akan mencapai Rp276 miliar, revenue pada tahun 2022 ditargetkan Rp412 miliar, dan revenue pada tahun 2022 ditargetkan Rp412 miliar,” pungkas Arif. (ibs)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button