Ekonomi

Produksi Tambang Freeport Naik Dibanding 2020

INDOPOSCO.ID-Direktur PT Freeport Indonesia Claus Wamafma mengatakan produksi biji tembaga dan emas perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, tahun ini jauh lebih meningkat dibanding tahun 2021.

“Dari sisi produksi mudah-mudahan sampai dengan akhir tahun kami bisa mencapai target yang direncanakan. Dibandingkan tahun lalu, tentu tahun ini jauh lebih baik,” tutur Claus di Timika, Minggu.

PT Freeport berterima kasih atas dukungan semua pemangku kepentingan baik karyawan, masyarakat sekitar lokasi pertambangan, pemerintah dan TNI-Polri yang memberikan dukungan penuh terhadap keberlangsungan operasi perusahaan tambang itu.

Dari sisi keselamatan kerja, tahun ini tidak ada laporan kasus parah dalam operasi pertambangan Freeport hingga menyebabkan meninggal dunia.

Selama beberapa tahun terakhir, Freeport terus mengembangkan kapasitas produksi tambang bawah tanahnya, apalagi setelah tambang terbuka(open pit) telah selesai produksi sejak 2019 lalu.

“Untuk pengembangan tambang bawah tanah, semua tetap berjalan sesuai rencana, tidak ada hambatan, semua berjalan normal meskipun kita menghadapi situasi serius akibat pandemi Covid-19,” jelas Claus.

Kondisi penularan Covid-19 di area perusahaan Freeport maupun di Timika, Papua dan Indonesia secara umum yang terus menunjukan tren penurunan,

menjadi harapan agar target produksi Freeport pada 2022 bisa jauh lebih maksimal lagi.

“Ketika Covid-19 bisa kita kontrol dan karyawan bisa bekerja dengan baik tanpa rasa khawatir maka sudah pasti produksi juga terjaga. Pada akhirnya semua pemangku kepentingan bisa merasakan manfaat dari operasi perusahaan ini,” ucapnya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button