Ekonomi

MenKopUKM Dukung Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI untuk Dongkrak Daya Saing

Untuk mendorong UMKM masuk ke dalam rantai pasok, maka pihaknya melaksanakan program-program yakni Pengalokasian 40% Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Pusat dan Daerah bagi Produk UMKM. Per November 2021 telah mencapai Rp 341,87 triliun atau 77% dari target Rp 447,28 triliun. Kemudian Penyediaan 30% infrastruktur publik bagi UMKM. Mayoritas infrastruktur publik telah memenuhi alokasi 30% (hasil identifikasi sementara Kemenkop dan UKM), namun pengelolaan belum dilakukan oleh Koperasi.

Selain itu mengembangkan kemitraan UMKM dengan usaha besar: 6 BUMN (Pertamina, Krakatau steel, PLN, Perhutani, Kimia Farma, dan RNI), Teras Indonesia IKEA, Uniqlo Neighborhood Collaboration Corner, MNC Group, dan Accor Group.

Kemudian Peningkatan Kompetensi UKM ekspor: kami bekerja sama Sekolah Ekspor, Sippo, Prasetya Mulya (Manajemen Bisnis UKM), Universitas Padjajaran (UKM bidang perternakan), IPB (UKM Perikanan dan Pertanian).

“Semoga Etalase Digital Produk UMKM ber-SNI ini dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi pelaku UMKM, dan selamat kepada 50 UMKM terpilih yang difasilitasi BSN untuk mendapatkan SNI. Dan kepada seluruh pemerintah, BUMN, swasta, dan masyarakat, mari kita perbanyak belanja produk UMKM,” kata Teten.

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Kukuh S. Achmad menjelaskan, penyediaan etalase ini juga sebagai apresiasi kepada pelaku UMKM dan koperasi yang telah terbukti menjadi penyelamat ekonomi nasional yang telah menghasilkan barang dan jasa yang telah memenuhi SNI.

Etalase ini nantinya dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk mempromosikan produknya.

“Untuk itu dalam rangka meningkatkan pemanfaatan teknologi digital dalam mempromosikan produk UMKM maka Badan Standarisasi Nasional meruncing etalase digital produk UMKM ber-SNI,” kata Kukuh.

Selain itu, platform digital yang dikembangkan sebagai salah satu produk UMKM Indonesia yang telah memenuhi persyaratan standar nasional Indonesia atau SNI sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Melalui etalase digital ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses eksklusif terhadap produk asli Indonesia berkualitas yang telah dibuktikan melalui pemenuhan persyaratan SNI,” ujarnya.

Etalase ini juga sebagai bentuk dukungan pemerintah bagi para pelaku UMKM yang telah menghasilkan barang dan jasa yang telah memenuhi SNI, untuk mempromosikan produknya yang setiap waktu dapat diakses oleh calon pembeli dalam negeri maupun dari luar negeri. (adv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button