Ekonomi

Strategi Bertahan Anak Muda Pengusaha Batik di Masa Pandemi

Baca Juga: MenKopUKM: UMKM Wastra Bangkit Lewat Jogja Membatik Dunia

“Karena background kita adalah internet marketing, kita koneksikan mereka dengan masyarakat melalui brand Batik Prabuseno,” tutur Adetya.

Target pasarnya ialah menjual batik untuk kalangan kawula muda. Ia ingin mengubah citra batik yang identik dengan orang tua dan hanya digunakan untuk acara-acara resmi.

Berita Terkait

“Bedanya dengan yang lain, Batik Prabuseno target marketnya anak-anak muda dan kantoran. Semangat kita juga agar anak-anak muda ini semakin cinta batik,” tuturnya.

Adapun jenis batik yang dijualnya yakni, printing dan cap. Dua jenis batik itu, paling digemari di kalangan anak muda. Bahkan mampu meraup keuntungan yang cukup besar. Dalam menjalankan usahanya, ia dibantu 28 orang karyawan. (dan)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button