Ekonomi

CIPS Dorong Peningkatan Kualitas dan Kesejahteraan Guru

Baca Juga: Nadiem: Guru Ingin Kesejahteraan yang Manusiawi

Dia menyoroti masih adanya ketidaksesuaian data yang diinput oleh operator sekolah dan yang ada di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dapat menyebabkan permasalahan dalam proses distribusi Tunjangan Profesi Guru (TPG). Apabila tidak ada kesamaan data, maka guru tersebut tidak akan mendapatkan TPG yang telah menjadi haknya.

Dengan masih banyak guru yang belum memiliki pendapatan memadai, banyak pula belum tersertifikasi dan karenanya tidak menerima TPG. Kondisi seperti itu banyak dialami guru berstatus honorer.

Meski baru-baru ini pemerintah membuka kesempatan bagi guru honorer untuk mengikuti skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Namun, walaupun semua guru honorer memiliki andil yang sama dalam mendidik dan mengajar anak-anak bangsa, hanya sebagian kecil yang dapat lulus seleksi melalui skema PPPK dan berkesempatan meningkatkan derajat hidup.

“Tanpa pandemi pun, persoalan laten seperti rendahnya kualitas guru, kurangnya infrastruktur pendukung pembelajaran masih menjadi persoalan. Pemerintah perlu segera bergerak supaya tujuan bonus demografi bisa dicapai,” demikian Nadia. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button