Ekonomi

Pemerintah dan Dunia Usaha Optimistis Tatap Tahun 2022

Dia berharap kasus Covid-19 di Indonesia bisa terus melandai dan kehidupan masyarakat bisa kembali normal. Dengan terkendalinya kasus Covid-19 dipercaya akan mampu memulihkan perekonomian nasional dan mayoritas industri termasuk sektor jasa logistik juga akan semakin berkembang.

“Covid-19 memang menjadi tantangan kita bersama, kami melihat kebijakan pemerintah dalam hal ini berimbang antara penguatan sektor kesehatan ataupun juga sektor ekonomi,” pungkas dia.

Dalam kesempatan itu Wakil Ketua Umum Bidang UMKM Kadin Indonesia, Tedy Aliudin mengatakan bahwa pandemi Covid-19 berdampak serius pada UMKM. Hasil survei yang dilakukan Kadin Indonesia sebanyak 5,4 persen atau sekitar 3,46 juta pelaku UMKM bangkrut. Kemudian 34,3 persen atau setara 22 juta UMKM omsetnya turun hingga 75 persen.

Selain itu sekitar 25,8 persen atau 16,5 juta UMKM omsetnya turun 50 persen dan kemudian sebanyak 16 persen atau setara 10,2 juta UMKM omsetnya turun hingga 25 persen. Hanya sekitar 6,5 persen atau 4,1 juta UMKM yang omsetnya naik di tengah pandemi. Dia berharap pemerintah segera menyiapkan langkah konkret untuk membalikkan keadaan di tengah pemulihan ekonomi yang berlangsung.

“Saya melihat pemerintah tidak cukup menyiapkan UMKM kita tumbuh besar padahal kita ingin menjadi 5 negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di dunia. Padahal kalau mau jadi negara dengan kekuatan ekonomi besar itu rasio usaha besar itu minimal 0,5 persen, nah Indonesia itu baru 0,01 persen,” kata dia.

Ketua Umum DPP ASITA, Artha Hanif, menilai pemerintah tidak serius dalam mendorong kebangkitan industri pariwisata nasional yang terpuruk akibat pandemi. Hal itu tercermin dari kebijakan setengah hati terkait aturan kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Meski sudah diumumkan Bali sebagai tujuan wisata pertama yang dibuka untuk wisman, namun nyatanya hingga saat ini kunjungan langsung wisman ke Bali belum ada penerbangannya.

“Ketika Bali sudah disiapkan menerima kunjungan wisman sejak pertengahan Oktober lalu tetapi ternyata hingga hari ini belum ada satupun pesawat reguler yang singgah apalagi menurunkan turis mancanegara. Hal ini jadi pertanyaan besar,” kata dia.

Dia menilai bahwa sebenarnya pemerintah belum siap untuk menerima kedatangan wisman. Padahal sejak diumumkan terkait Bali menjadi pilot project untuk wisman, seluruh industri pariwisata dan rekanan sudah mempersiapkan diri.

“Jadi kami mohon pemerintah tegas saja, apakah akan tetap membuka pasar wisata untuk wisman atau hanya domestic tour saja agar kami juga bisa menyiapkan,” tukas dia. (ibs)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button