Ekonomi

MenKopUKM: Tren Perbaikan Kinerja Ekonomi Nasional Terus Membaik

Untuk itu, kini KemenKopUKM mengembangkan sebuah aplikasi yang disebut LAMIKRO (Laporan Akutansi Usaha Mikro), untuk membantu pelaku usaha mikro, membuat sistem laporan keuangan sederhana dan mudah digunakan.

“Melalui UU Cipta kerja, yang di turunkan dalam PP No 7 Tahun 2021, diamanatkan memberikan kemudahan pembiayaan bagi UMKM, yakni, Pembiayaan mudah dan murah bagi UMKM, serta Pemerintah pusat bertanggung jawab memfasilitasi sistem pelaporan secara elektronik,” kata Teten.

Ia menjelaskan, pembiayaan akan lebih efetif jika diikuti dengan digitalisasi. Digitalisasi menjadi enabler percepatan pemulihan ekonomi nasional. Berdasarkan data IdEA,  Saat ini, sebanyak 16,4 juta atau 25,6% UMKM telah bergabung ekosistem digital.

“Penggunaan ewallet, juga meningkat selama pandemi. Hal ini di dukung jumlah penyedia layanan e-wallet di Indonesia yang mencapai lebih dari 50 operator, yang telah mendapatkan regulasi dari Bank Indonesia pada tahun 2020,” tambahnya.

Bahkan kata Teten, Fintech juga bertumbuh sangat cepat. Total outstanding pada September 2021 mencapai Rp 27,48 trilliun, atau bertumbuh 55,1% dari Januari 2021.

Pihaknya berharap, Webinar dan Launching Riset INDEF dan Buku Warung, dapat memberikan masukan terhadap perencanaan pemerintah dan seluruh stakeholder guna mendorong UMKM semakin berdaya saing.

“Koperasi Keren, UMKMBangkit, IndonesiaMaju,” tegasnya. (wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button