Ekonomi

Sulap Rumput Menjadi Sedotan, Nasabah Binaan BRI Ini Jadi Pahlawan Lingkungan dan Masyarakat

Bertemu BRI, Gayung Bersambut
Untuk memulai usahanya kembali, Hartati sadar optimismenya harus ditopang pendanaan atau akses modal yang mumpuni. Gayung pun bersambut, Hartati mendapat suntikan dana dari bank yang dikenal luas giat memberdayakan pelaku UMKM, yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Hartati memperoleh kucuran dana sebesar Rp 50 juta melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR). Hal itu digunakannya untuk modal awal dan membeli alat-alat produksi. Meski demikian, Hartati mengatakan alat-alat produksinya saat ini masih sangat sederhana dan tradisional.

Sehingga dalam memproduksi sedotan dari bahan dasar hingga siap dipasarkan membutuhkan waktu 4-5 hari. Proses terlama adalah mengeringkan kadar air dari Purun. Usaha tak pernah menghianati hasil, karena keseriusannya Hartati memperoleh perhatian lebih dari manajemen bank dengan jaringan terluas di Tanah Air tersebut.

Bahkan usaha Hartati mendapat kunjungan dari Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani. Dia pun menceritakan kendala yang saat ini dihadapinya dalam mengembangkan usaha. Tak disangka, Handayani menilai prospek dan keseriusan usaha Hartati sangat menjanjikan.

“Saya sangat bersyukur bisa bertemu dan dibantu BRI. Saya nggak menyangka BRI dari awal mencairkan dana dengan mudah dan memberikan pendampingan usaha. Saya juga tidak mengira BRI diam-diam memberikan perhatian, baru-baru ini kami dikunjungi salah satu pimpinan BRI. Beliau menjanjikan kami bisa mendapat pinjaman lagi. Ini penting buat pengembangan usaha kami karena kami ingin membeli oven yang sesuai dengan produksi kami untuk proses pengeringan. Dana Rp 50 juta di awal itu tidak cukup untuk membeli alat produksi yang bagus,” ujar Hartati semakin optimistis.

Usaha Hartati dan koleganya itu pun kini menjadi klaster usaha binaan BRI dengan nama Klaster Purun Eco Straw yang beranggotakan 20 orang. Untuk saat ini, Purun Eco Straw sebagian besar dipasarkan ke hotel di Belitung juga kafe di Jakarta dan Bali.

Dari apa yang dilakukan Hartati tersebut, kini Hartati dianggap sebagai pahlawan lingkungan dan juga bagi masyarakat sekitar, karena telah membukakan lapangan pekerjaan.

Untuk pengembangan usaha ke depan, Hartati sebagai Ketua Kelompok Klaster Purun Eco Straw juga bersedia jika penjualan produk ini dilakukan dengan bantuan re-seller.

Menurut Hartati, selain terkait ekonomi, angannya untuk memberdayakan tanaman Purun adalah agar alam di daerahnya tetap lestari. Masyarakat di sana banyak yang bergantung pada tambang timah tradisional.

Hartati menambahkan, tanaman Purun dapat lebih cepat memulihkan lahan bekas tambang. Hal tersebut dikarenakan, dengan adanya tanaman purun dilokasi bekas tambang akan menyerap unsur logam. Hal itu diketahuinya melalui tes uji coba di laboratorium mili Institut Teknologi Bandung (ITB). Selain itu banyak lahan tidak produktif yang awalnya digunakan untuk sawah, kini dapat digunakan untuk tanaman purun.

“Jika usaha kami semakin besar, kami bisa mendorong masyarakat untuk bisa mengambil manfaat ekonomis dari rumput Purun ini. Sehingga masyarakat bisa lebih melestarikan alam. Dan dengan bantuan BRI ke depan saya yakin Purun Eco Straw bisa mendunia. Karena kebutuhan sedotan ramah lingkungan ini sangat besar. Kami harap kerja sama dengan BRI ini tidak lepas dan bisa terus dijalin. Karena kami membutuhkan dukungan itu untuk terus berkembang,” pungkasnya.(adv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button