Ekonomi

Sektor Properti Jadi Andalan Pemulihan Ekonomi Pascapandemi

“Langkah strategis ini bertujuan meningkatkan produktivitas dan daya saing industri baja ringan yang pada akhirnya akan mendorong upaya pemulihan ekonomi nasional,” ujarnya.

Sementara, Project Director LRT City Sentul, Nanang Safrudin Salim menyoroti prospek hunian berkonsep TOD di 2022 yang masih akan menggunguli penjualan khususnya kaum milenial dan urban.

“Kelebihan konsep hunian TOD ini semuanya serba mudah dan praktis, karena TOD connecting life, menghubungkan kehidupan. Di LRT City ada lima prinsip TOD yang digunakan dalam mengembangkan sebuah kawasan di LRT City, yakni Walkable, Mixed use, Densify, Connect dan Shift and Transit,” jelasnya.

Dari sisi supporting, Chief Executive Officer (CEO) PT Baran Energy, Victor Wirawan, menyoroti energi terbarukan yang sebenarnya bisa menjadi sebuah solusi ringan untuk penerangan kawasan perumahan. Victor menjelaskan, pihaknya telah mengembangkan teknologi energi baru dan terbarukan (EBT), berupa penggabungan solar panel dan power storage system (baterai penyimpan energi skala besar) yang diberi nama PowerWall.

“Pengembangan teknologi terbarukan sangat selaras dengan program pemerintah Indonesia yang menargetkan penggunaan energi terbarukan sebanyak 25 persen pada 2025, tapi saat ini baru 11 persen yang berjalan. “Oleh karena itu, Baran Energy lahir untuk mempercepat serta membantu masyarakat Indonesia dalam energi terbarukan sebagai salah satu alternatif penggunaan listrik dengan melalui inovasinya,” jelas dia.

Senior Vice President Nonsubsidized Mortgage & Personal Lending Division (NSLD) Bank Tabungan Negara (BTN) Suryanti Agustinar mengungkapkan, industri perbankan termasuk BTN yang memang fokus pada sektor perumahan memberikan dukungan penuh pada pemerintah dalam pemulihan sektor properti semasa pandemi Covid-19.

Menurutnya, sektor perumahan tetap tumbuh positif di tengah pandemi. Pada ekosistem perumahan, Bank BTN memiliki peran strategis sebagai enabler yang memberikan pembiayaan sisi supply melalui kredit konstruksi kepada developer maupun sisi demand dengan memberikan KPR kepada masyarakat.

“BTN memberikan dukungan kredit dalam rangka percepatan pembangunan perumahan maupun kepemilikan lahan. Jadi kita support developer dari sisi pembiayaan agar kendala-kendala dalam pembangunan perumahan dapat teratasi,” jelas Suryanti.

“Dari sisi demand BTN menjembatani developer yang telah dibiayai KIG-nya dapat kita menyalurkan kepada masyarakat untuk KPR nya dengan bunga murah dan berbagai program keringanan yang kita buat dalam kondisi pandemi Covid-19,” ujarnya.

Pengamat properti Ali Tranghanda mengatakan, indikator perekonomian nasional telah menunjukkan kondisi yang membaik sejak pandemi di awal 2021. Selain itu, laju perekonomian nasional telah mengalami pertumbuhan positif pada kuartal II-2021 sebesar 3,31 persen (qtq), meskipun sebagian masih ditopang oleh tingkat pembelanjaan negara, namun demikian hampir semua sektor industri mengalami pertumbuhan lebih baik di kuartal II-2021.

Dia menjelaskan, kebijakan penghapusan/pengurangan PPN untuk rumah ready stock yang dimulai sejak 1 Maret 2021 berdampak positif bagi penjualan rumah ready stock. Hal ini tergambar dari peningkatan sebesar 661,0 persen selama kuartal I-2021 meskipun kebijakan ini baru berjalan 1 bulan.

Beberapa pengembang besar yang memiliki rumah ready stock mengalami peningkatan penjualan. Sebagian pengembang mempercepat pembangunan rumahnya melalui unit pre-cast untuk mengejar batas waktu siap huni sampai Desember 2021.

“Namun harus dicermati, peningkatan yang terjadi pada ready stock ini tidak terjadi pada penjualan rumah indent yang justru mengalami penurunan penjualan 4,9 persen. Adapun 16,3 persen dari total penjualan unit berasal dari unit ready stock,” ungkapnya.

Meski kondisi makin membaik, Ali juga mewanti–wanti agar pengembang jangan lengah, karena para Investor mempunyai batas daya beli untuk membeli properti. Selain itu, segmen pasar akan kembali ke segmen yang lebih ‘membumi’ seiring dengan peningkatan daya beli dan ingat pandemi Covid-19 masih membayangi. “Resep lainnya yang penting, kebijakan perpajakan jangan sampai kontra produktif dengan kinerja properti saat ini,” pungkasnya. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button