Ekonomi

IHSG Ditutup Menguat Tipis Meski Dibayangi Aksi Ambil Untung

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini yang awal 3,9 persen menjadi 3,2 persen secara tahunan. Penurunan proyeksi sebesar 0,7 persen itu bersamaan dengan adanya kemajuan varian delta di global, termasuk Indonesia.

Walaupun sesungguhnya sudah terlihat momentum penyembuhan ekonomi dunia, namun pandemi Covid-19 ditaksir masih menjadi resiko utama.

Dibuka menguat, IHSG tidak lama melemah dan terus berada di alam hijau hingga penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih berada di area positif hingga akhirnya naik jelang penutupan bursa saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX- IC, 4 sektor bertambah di mana sektor properti real estat naik paling tinggi ialah 0, 86 persen, diiringi sektor barang baku dan sektor barang infrastruktur masing-masing 0,66 persen dan 0,6 persen.

Sebaliknya tujuh sektor terkoreksi di mana sektor transportasi logistik turun paling dalam ialah minus 0,99 persen, diiringi sektor kesehatan dan sektor teknologi masing- masing minus 0,47 persen dan minus 0,44 persen.

Penutupan IHSG diiringi aksi beli saham oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing sebesar Rp1,5 triliun.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.319.095 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 21,81 miliar lembar saham senilai Rp17,64 triliun. Sebanyak 244 saham naik, 258 saham menyusut, dan 163 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 517,7 poin atau 1,81 persen ke 29.068,63, indeks Hang Seng naik 368,37 poin atau 1,48 persen ke 25.330,96, dan indeks Straits Times bertambah 14,15 poin atau 0,45 persen ke 3.179,01. (mg4)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button