Ekonomi

Dari Patner Bisnis Kuliner, Jadi Pasangan Hidup Hingga Raup Rp600 Juta Per Bulan

Sejak saat itu, pesanannya meningkat drastis. Dalam waktu sehari, pihaknya dapat menghabiskan produksi sebanyak 800 kilogram sampai satu ton. Dari penjualan itu, dapat meraup keuntungan Rp 300 juta hingga Rp 600 juta.

“Ekspor sudah ke ASEAN dan Eropa melalui agregator. Sehari 800 kilogram sampai satu ton. Jadi rutin. Keuntungan Rp 300 juta sampai Rp 600 juta. Padahal pandemi, tapi kebutuhan primer orang luar, alhamdulilah nggak ada kendala,” terang.

Berkat bisnisnya yang lancar, pihaknya dapat memperkerjakan 30 karyawan tetap dan 140 suplayer. Dengan begitu, pihaknya berharap BI dapat menggaet lebih banyak pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sehingga dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Harapannya ke depan mudah-mudahan semua UMKM bukan hanya di Tangerang, semua bisa dirangkul. Bi luar biasa sangat memperhatikan UMKM. Aku dapat bantuan alat pengeringan kerupuk, daging rajungan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BI Perwakilan Banten, R. Erwin Soeriadimadja menyebutkan, minat UMKM yang bergabung bertambah besar. Setelah kurasi yang ketat, jumlah partisipan UMKM di platform e-commerce pada Karya Kreatif Banten (KKB) menjadi 117 UMKM.

“Ini membuktikan minat dan daya saing UMKM Banten yang semakin kuat. Transaksi dalam KKB ini pun dipermudah didukung dengan sarana pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard),” paparnya.

Erwin menyampaikan, data merchants QRI di Banten telah mencapai 747 ribu mechants pengguna QRIS, dan sebesar 62 persen adalah merupakan UMKM Mikro.

“Ini mencatatkan Banten sebagai provinsi terbesar kelima di Indonesia. Kedua, dukungan platform e- commerce pada tahun ini sangat luar biasa, yaitu didukung lima platform e-commerce sementara tahun IaIu hanya satu platform saja,” pungkasnya. (son)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button