Ekonomi

Emas Turun 2,6 Dolar, Data Ekonomi Positif Angkat Imbal Hasil Obligasi

Pengurangan stimulus serta tingkat suku bunga yang lebih besar mengangkat imbal hasil obligasi, yang diterjemahkan ke dalam peningkatan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. “Juga, batas utang AS kemungkinan didorong sampai Desember. Jadi, itu adalah efek menenangkan di pasar, bullish untuk saham dan bearish untuk emas,” Wyckoff menambahkan.

Dolar sedikit melemah dari mendekati level tertinggi satu tahun, didukung oleh kekhawatiran inflasi yang masih ada serta ekspektasi kalau Fed harus bertindak lebih cepat untuk menormalkan kebijakan. Sementara emas secara tradisional dianggap sebagai lindung nilai inflasi, dolar yang lebih kuat membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Laporan kuat pekerjaan swasta pada September menjelang angka pekerjaan resmi pada Jumat waktu setempat juga mendorong spekulasi kalau Fed dapat segera melakukan pengurangan pembelian obligasinya.

Tetapi mengingat “rekor tertinggi” jumlah posisi pekerjaan terbuka di Amerika Serikat, “kejutan positif pada data penggajian non-pertanian (NFP) harus disesuaikan untuk pasar emas tanpa menyebabkan aksi jual besar-besaran”, tutur Analis Julius Baer,Carsten Menke.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember naik 12,6 sen atau 0,56 persen, menjadi ditutup pada 22,658 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 8,1 dolar AS atau 0,83 persen, menjadi ditutup pada 985,3 dolar per ounce. (mg2

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button