Ekonomi

Emas Jatuh 6,7 Dolar, Terseret Kenaikan Imbal Hasil AS dan “Greenback”

Data penggajian non-pertanian AS yang akan dirilis pada Jumat (8/10/2021) diperkirakan menunjukkan peningkatan berkelanjutan di pasar tenaga kerja, yang dapat mendorong Federal Reserve,(Fed) AS untuk mulai mengurangi stimulus moneternya sebelum akhir tahun.

Pengurangan stimulus dan suku bunga yang lebih tinggi mengangkat imbal hasil obligasi, membebani emas karena meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak berbunga.

“Sementara emas masih bisa bergerak lebih tinggi, pergerakan signifikan akan membutuhkan menembus di atas resistensi teknis, terutama rata-rata pergerakan 21 hari,” kata analis Saxo Bank, Ole Hansen dikutip Antara, Rabu (6/10/2021).

Sementara itu, indeks-indeks utama Wall Street rebound karena saham-saham pertumbuhan bangkit dari aksi jual tajam.

“Indeks dolar AS juga menguat hari ini dan itu negatif untuk pasar logam. Namun, pasar ekuitas global tetap goyah dan itu akan membatasi penurunan logam safe-haven,” kata Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, dalam sebuah catatan.

Harga logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 3,6 sen atau 0,16 persen, menjadi ditutup pada 22,608 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari turun 1,8 dolar AS atau 0,19 persen, menjadi ditutup pada 959,8 dolar per ounce. (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button