Ekonomi

IHSG Melemah Ikuti Anjloknya Bursa Saham Regional dan Global

Imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melompat lebih dari 5 bps menjadi 1.54 persen, tertinggi sejak Juni seiring dengan semakin kuatnya ekspektasi kenaikan inflasi. Menteri Keuangan AS Janet Yellen dalam keterangannya di depan komite perbankan Senat (DPD) AS semalam mengatakan inflasi bisa mencapai 4 persen pada akhir 2021.

Harga kontrak berjangka (futures) komoditas energi terus mencatatkan kenaikan. Minyak mentah jenis Brent dan WTI baru saja mencatatkan kenaikan selama lima minggu beruntun dan masing-masing sudah mengalami kenaikan lebih dari 50 persen sepanjang 2021.

Kontrak berjangka gas alam juga memperpanjang relinya seiring dengan semakin besarnya ketakutan akan kelangkaan pasokan global pada musim dingin atau kuartal IV 2021 sehingga memicu aksi beli spekulatif.

Kenaikan yield juga di dorong oleh ketidakpastian dari sikap tegas( hawkish) bank sentral di negara maju. Investor ingin mengetahui apakah bank sentral seperti The Federal Reserve dan Bank of England akan tetap mempertahankan narasi mereka dan mengabaikan tekanan inflasi yang terjadi, mengingat selama ini mereka selalu berpendapat bahwa lonjakan inflasi yang sedang terjadi hanya bersifat sementara.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 788,06 poin atau 2,61 persen ke 29.395,9, indeks Hang Seng turun 246,41 poin atau 1,01 persen ke 24.253,98, dan indeks Straits Times terkoreksi 9,73 poin atau 0,32 persen ke 3.067,96. (mg1)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button