Ekonomi

OJK Sebut Pemberlakuan PPKM Berdampak Terhadap Kinerja Pasar Modal

“Selanjutnya, dari sisi demand, kita juga melihat fenomena peningkatan jumlah investor di pasar modal yang terus bertumbuh secara signifikan. Kami mencatat jumlah SID mencapai 6,09 juta atau meningkat sebesar 56,95 persen secara year to date,” ujar Hoesen.

Peningkatan jumlah investor tersebut, papar Hoesen, didominasi oleh kaum milenial dan generasi Z yang berumur di bawah 30 tahun denagan jumlah mencapai 58,45 persen dari total Investor. Berbagai indikator pasar yang cukup positif tersebut, memberikan optimisme terkait perkembangan pasar modal Indonesia pada 2021.

“Kita semua menyadari pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan kapan berakhir. Meski demikian, OJK akan terus bersinergi dan bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas perekonomian, termasuk pasar modal Indonesia dan menjalankan program untuk mempercepat pemulihan ekonomi nasional,” kata Hoesen.

Sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas pasar modal Indonesia, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kebijakan Dalam Menjaga Kinerja Dan Stabilitas Pasar Modal Akibat Penyebaran Coronavirus Disease 2019, yang bertujuan untuk memberikan relaksasi bagi pelaku industri pasar modal, melakukan pengendalian volatilitas dan menjaga kestabilan pasar modal dan sistem keuangan, serta memberikan kemudahan perizinan dan penyampaian dokumen serta pelaporan.

Sebagai implementasi dari POJK Nomor 7 Tahun 2021 tersebut, pada Agustus kemarin, OJK kembali menerbitkan SEOJK Nomor 20 Tahun 2021 tentang Kebijakan Stimulus dan Relaksasi Ketentuan Terkait Emiten atau Perusahaan Publik Dalam Menjaga Kinerja dan Stabilitas Pasar Modal Akibat Penyebaran Coronavirus Disease 2019. (wib)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button