Ekonomi

Dengan Koperasi, Petani Tak Perlu Pikirkan Jual Produk Lagi

“Kami telah melakukan upaya jemput bola, sekaligus pendampingan kepada koperasi-koperasi sektor riil potensial dan berorientasi ekspor,” ujarnya.

Seperti, dia contohkan pinjaman dana bergulir LPDB-KUMKM melalui Koperasi Makmur Mandiri (KMM). Mereka manfaatkan untuk penambahan modal kerja komoditas sayur mayur, modal kerja teknologi pengemasan atau packaging berorientasi ekspor.

“Sejalan dengan KemenkopUKM, end-user binaan koperasi diharapkan melakukan korporatisasi petani, agar bisa memasarkan produk lebih luas dan volume besar,” ungkapnya.

Ia berharap, langkah Ngahadi semakin berkembang memberikan pendampingan kepada petani-petani lokal dari sisi kualitas produk, kemasan atau packaging, dan juga perluasan akses pasar produk pertanian, baik pasar domestik untuk kalangan hotel, restoran dan katering, maupun pasar ekspor

Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi menambahkan, pihaknya terus berkomitmen untuk mengembangkan UMKM, khususnya sektor pertanian yang menjadi potensi besar perekonomian Purbalingga.

“Kami akan dorong BUMD yang ada untuk menjadi OffTaker untuk mendukung bisnis model sektor pertanian yang digulirkan Kemenkop dan UKM,” terangnya.

Apalagi, dikatakan dia, potensi ekspor produk pertanian dari Purbalingga, bukan hanya buncis Kenya. Namun, beberapa komoditas lain seperti gula kelapa sudah ekspor ke AS dan Eropa (Yunani) dan kopi ke Amerika.

“Industri knalpot kita juga sudah ekspor ke pabrik mobil di Jerman,” ucapnya. (nas)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button