Ekonomi

Presiden: Kebijakan Fiskal Harus Antisipatif dan Responsif

Presiden menyampaikan bahwa upaya penguatan belanja berkualitas dilakukan melalui pengendalian belanja agar lebih efisien, lebih produktif, serta menghasilkan multiplier effect yang kuat terhadap perekonomian dan efektif untuk mendukung program prioritas serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Inovasi di sisi pembiayaan difokuskan untuk mendorong pembiayaan yang fleksibel dengan kehati- hatian, melalui Kerja Sama Pemerintah serta Badan Usaha yang lebih terintegrasi dalam pembiayaan infrastruktur, penguatan peran Lembaga Pengelola Investasi, dan pendalaman pasar obligasi negara.

“Tidak hanya itu, kebijakan fiskal tahun 2022 juga diarahkan untuk memberikan fondasi yang kuat untuk konsolidasi fiskal menuju ke defisit maksimal 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto pada tahun 2023,” ucap Presiden.

Presiden Joko Widodo tiba di kompleks parlemen DPR/MPR/DPD RI, Jakarta, Senin (16/8), sekitar pukul 08.05 WIB.

Saat menyampaikan Pidato RUU APBN 2022 serta Nota Keuangan, Presiden Jokowi mengenakan pakaian adat dari Suku Badui.

Pada hari ini Presiden menyampaikan 2 pidato yaitu dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2021, dan pidato penyampaian RUU APBN Tahun Anggaran 2022 serta Nota Keuangan pada Rapat Paripurna DPR-RI Tahun Sidang 2021-2022. (mg2)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button