Ekonomi

IHSG Diprediksi Menguat Dibayangi Aksi Ambil Untung

Dari eksternal, bursa ekuitas AS ditutup menguat ke rekor tertinggi pada akhir perdagangan Kamis (5/8), menyusul laporan kinerja kuartal II 2021 emiten yang tumbuh positif.

Investor merespon pernyataan Wakil Gubernur The Fed Richard Clarida yang mengantisipasi kenaikan suku bunga pada 2023 dan pengurangan stimulus atau tapering off pada akhir 2021.

Di sisi data, neraca perdagangan AS tercatat defisit USD75,7 miliar pada Juni, di atas ekspektasi dan realisasi Mei. Sementara, klaim awal pengangguran turun menjadi 385 ribu pada pekan lalu, dengan rata-rata Juli sebanyak 394 ribu.

Adapun, tingkat PHK menurun ke posisi terendah dalam lebih dari 21 tahun pada bulan lalu, di tengah kekurangan tenaga kerja.

Fokus hari ini tertuju pada rilis laporan ketenagakerjaan AS, yang dapat menjadi tolok ukur bagi The Fed untuk mulai menggeser arah kebijakan.

Dari Eropa, bank sentral Inggris Bank of England (BoE) memutuskan untuk mempertahankan kebijakan moneter dengan proyeksi kenaikan inflasi dalam jangka pendek.

Pelaku pasar mencermati hasil pertemuan penetapan kebijakan terbaru Bank Sentral Eropa (ECB), yang diperkirakan dapat meningkatkan perkiraan pertumbuhan dan inflasi, serta pengetatan kebijakan moneter.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei menguat 39,47 poin atau 0,14 persen ke 27.767,59, indeks Hang Seng turun 105,14 poin atau 0,4 persen ke 26.099,55 dan indeks Straits Times terkoreksi 4,37 poin atau 0,14 persen ke 3.170,73. (mg3)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button