Ekonomi

Estafet Pengelolaan Blok Rokan Kondusif Berdampak Positif bagi Produksi Pertamina

Komaidi menekankan, saat mulai alih kelola, internal PHR harus memahami bahwa Blok Rokan adalah salah satu kontributor utama dalam produksi minyak nasional hingga 25%. Bahkan di masa silam, Blok Rokan memberi kontribusi terbesar minyak bagi Indonesia, lebih dari 400 ribuan barel per hari. Seiring usia lapangan yang mature dan adanya penurunan alamiah (natural decline), produksi Blok Rokan kini turun menjadi berada di level 160-an ribu barel per hari. “Secara otomatis kinerja Blok Rokan akan menjadi perhatian publik dan para stakeholder pengambil kebijakan,” ujarnya.

Dia berharap, manajemen PHR harus siap dalam banyak hal.

Tidak hanya masalah teknis bisnis, tetapi juga aspek-aspek lain yang kemungkinan akan menyertainya. “Salah satunya adalah diperbandingkan dengan lapangan alih kelola lainnya yang dilakukan Pertamina,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan, Jaffee A. Suardin menyampaikan, hingga saat ini PT Pertamina Hulu Rokan telah menyiapkan segala kebutuhan agar proses alih kelola ini berjalan lancar dan tanpa kendala. Menerapkan upaya maksimal agar dalam proses transisi ini semua berjalan lancar dan yang terpenting bisa langsung tune in dengan tim eksisting.

“Untuk proses mirroring seluruh kontrak eksisting sudah mencapai lebih dari 100% dari 291 kontrak. Selain mirroring, juga dilakukan pengadaan baru dan kontrak melalui program Local Business Development (LBD) yang saat ini masih berproses dengan lancar. Proses alih pekerja, sebagai aset terpenting juga berjalan baik, tercatat 98,7 persen telah melengkapi dan mengembalikan aplikasi termasuk perjanjian kerja sesuai waktu yang ditentukan,” ujarnya, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (13/7).

Terkait aspek transfer teknologi, saat ini penyesuaian sistem IT juga terus dilakukan terutama aplikasi-aplikasi yang berkaitan langsung dengan operasi produksi maupun penunjangnya, juga termasuk pelatihan penggunaan sistem dari pertamina yang akan digunakan.

Selain itu, guna mempertahankan dan meningkatkan produksi migas Blok Rokan, PHR merencanakan pengeboran 84 sumur pengembangan pada tahun 2021 ditambah sisa sumur CPI. PHR juga mempersiapkan lebih kurang 270 sumur di 2022. Ini adalah WK migas dengan investasi jumlah sumur terbanyak.

Terkait pengeboran sumur, juga disiapkan tambahan 10 rig pemboran sehingga secara total tersedia 16 rig pemboran serta 29 rig untuk kegiatan Work Over & Well Service yang merupakan mirroring dari kontrak sebelumnya. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button