Ekonomi

Dolar Pertahankan Kenaikan di Asia usai Data Manufaktur AS Menguat

“Bahkan jika inflasi terus melampaui batas, saya pikir The Fed akan terus mengatakan itu sementara, tetapi pasar tidak akan tahu pasti sampai jatuh, jadi kami terjebak dalam ketidakpastian ini.”

Dalam jangka pendek, euro dan yuan akan menjadi kunci dalam menentukan apakah dolar pada posisi yang kurang menguntungkan atau di tahap rebound, katanya.

Pada Selasa (1/6/2021), Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks aktivitas manufaktur AS naik pada Mei karena permintaan yang terpendam di tengah pembukaan kembali ekonomi mendorong pesanan.

Dolar awalnya diperdagangkan lebih rendah atas laporan tersebut, di mana ISM mengatakan potensi pertumbuhan manufaktur terus terhambat oleh ketidakhadiran pekerja dan penutupan sementara karena kekurangan suku cadang dan tenaga kerja.

Kekurangan ketenagakerjaan tersebut akan menjadi perhatian utama dan pusat pikiran investor pada Jumat (4/6/2021) dengan rilis angka penggajian (payrolls) non pertanian untuk Mei, setelah angka April yang jauh lebih lemah dari perkiraan mengirim indeks dolar merosot 0,7 persen pada 7 Mei.

Indeks dolar sebagian besar datar dari Selasa (1/6/2021) di 89,877, tapi tetap saja jauh dari tertinggi Jumat (28/6/2021) di 90,447, ketika ukuran inflasi AS yang diawasi ketat oleh The Fed membukukan kenaikan tahunan terbesar sejak 1992. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button