Ekonomi

Harga Emas Tergelincir 1,5 Dolar Dipicu Kenaikan Imbal Hasil Obligasi

INDOPOSCO.ID – Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Selasa (11/5) atau Rabu WIB, menghentikan kenaikan selama empat hari berturut-turut, karena kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS mengganjal dukungan dari dolar yang lebih lemah saat investor menunggu data harga konsumen AS untuk mengukur inflasi.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di divisi Comex New York Exchange, turun 1,5 dolar AS atau 0,08 persen menjadi ditutup pada 1.836,10 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Senin (10/5/2021), emas berjangka terangkat 6,3 dolar AS atau 0,34 persen menjadi 1.837,60 dolar AS, penyelesaian teraktif tertinggi sejak 10 Februari.

Emas berjangka melonjak 15,6 dolar AS atau 0,86 persen menjadi 1.831,30 dolar AS pada Jumat (7/5/2021), setelah melambung 31,4 dolar AS atau 1,76 persen menjadi 1.815,70 dolar AS pada Kamis (6/5/2021), dan terkerek 8,3 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.784,30 dolar AS pada Rabu (5/5/2021).

Kejatuhan emas pada Selasa (11/5/2021) juga merupakan jenis koreksi setelah naik selama empat hari berturut-turut dan mencapai level tertinggi sejak 10 Februari, menurut analis pasar.

“Jika imbal hasil (obligasi pemerintah AS) terus naik, ini dapat menyeret logam mulia lebih rendah meskipun ada suasana risk-off (penghindaran risiko),” kata Lukman Otunuga, analis riset senior di FXTM, seperti dilansir Antara.

Imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun yang dijadikan acuan naik untuk hari ketiga berturut-turut, meningkatkan peluang kerugian memegang emas yang tidak memberikan suku bunga.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button