Ekonomi

Diteliti Sejak 2012, Kualitas Biota Air di Sungai Batangtoru Masih Terjaga

Namun yang juga perlu diperhatikan, kualitas air dan biota air di Sungai Batangtoru itu tidak semata-mata hanya dipengaruhi air sisa proses tambang emas Martabe, tapi juga aktivitas lainnya di sungai tersebut, salah satunya galian yang dapat meningkatkan sedimentasi dan menurunkan kualitas air.

Manajer Departemen Lingkungan PTAR, Mahmud Subagya menyebutkan, secara rutin perusahaan sebulan sekali melakukan pengambilan sampel air sisa proses baik dari Instalasi Pemurnian Air (Water Polishing Plant) maupun di beberapa titik yang ada di Sungai Batangtoru.

“Kami memastikan, air sisa proses yang dialirkan ke Sungai Batangtoru telah diproses dan dihilangkan potensi kontaminannya,” kata Mahmud.

Seluruh proses pemurnian air sudah mematuhi izin dan dikontrol dengan sangat ketat, untuk memastikan tidak ada dampak terhadap kualitas air hilir sesuai ketentuan pemerintah, yakni Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 202/2004 tentang Baku Mutu Air Limbah bagi usaha dan/atau Kegiatan Pertambangan Bijih Emas dan atau Tembaga, serta Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.68/MENLHK/Setjen/Kum.1/8/2016 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik.

Tak hanya itu, PTAR juga melakukan upaya pengelolaan lingkungan lainnya untuk mendukung pengelolaan lingkungan, seperti rehabilitasi. Total, hingga akhir tahun lalu PTAR sudah merehabilitasi seluas 23,8 hektare dan menanam 3.640 bibit pohon. Ini bukti, PTAR sangat berkomitmen dan serius terhadap pengelolaan lingkungan, tak hanya pengelolaan air.

“Secara keseluruhan kinerja lingkungan tambang emas Martabe pada 2020 juga mempertahankan pencapaian berstandar tinggi seperti tahun-tahun sebelumnya, ditandai dengan peringkat biru pada sistem pengelolaan lingkungan PROPER oleh Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia,” pungkasnya. (arm)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button