Ekonomi

Marketing Aplikasi Mobile Berpotensi Rebound pada Ramadan 2021

“Kami mengamati sejumlah tren menarik dari Ramadan 2020 yang bisa digunakan para marketer dalam merancang kampanye Ramadan 2021 mereka. Karena sesi aplikasi biasanya meningkat, sementara waktu untuk pembelian pertama lebih cepat terjadi ketika periode akhir Ramadan hingga setelah Idul Fitri. Marketer harus memanfaatkan user engagement yang meningkat ini untuk mengaktifkan ulang kampanye remarketing,” kata Customer Success Manager Indonesia AppsFlyer APAC, Luthfi Anshari.

Lebih lanjut, Luthfi mengatakan bahwa dalam hal mobile fraud, para marketer harus berinvestasi dalam solusi perlindungan, terutama untuk aplikasi Finance dan Entertainment, karena mereka adalah vertikal yang yang biasanya menjadi target fraudster.

Beberapa catatan tambahan dari laporan ini adalah sebagai berikut:
● Digitalisasi dan pembayaran mobile yang meningkat menyebabkan aplikasi kategori Finance mengalami pertumbuhan yang luar biasa.

● Kategori Travel masih terus akan berada dalam ketidakpastian pada tahun 2021. Travel adalah industri yang paling terpukul pada 2020 dan baik penginstalan organik maupun non-organik berkurang setengahnya apabila dibandingkan dengan 2019. Remarketing harus tetap menjadi prioritas tertinggi bagi marketer Travel karena perjalanan lokal dan internasional akan memungkinkan kembali.

● Aplikasi Food & Drink dan Social mencatat kampanye revenue paling efektif selama dua pekan terakhir dari Ramadan. Marketer harus menargetkan pengguna saat ini untuk memastikan efektivitas biaya saat pengguna lebih cepat membuka aplikasi mereka dan melakukan pembelian.

● Aplikasi Entertainment mengalami penurunan di seluruh wilayah. Terdapat lebih sedikit penginstalan selama Ramadan dan setelah Ramadan dibandingkan dengan periode sebelum Ramadan, karena pengguna ponsel cenderung tidak mengunduh aplikasi Entertainment selama bulan Ramadan. Kendati demikian, user masih berbelanja dan kampanye revenue selama periode ini telah mencapai pendapatan tertinggi dan relatif hemat biaya.

● Mobile Ad Fraud meningkat karena aplikasi Finance semakin banyak digunakan. Di seluruh wilayah, aplikasi Finance terus menjadi yang paling rentan terhadap Mobile Ad Fraud, dengan 60% dari semua NOI diatribusikan sebagai fraud.
– AppsFlyer menghitung rata-rata 20,3% fraud di APAC pada Semester 1 (H1) 2020, 54% lebih tinggi dari tingkat global. Aplikasi Entertainment juga sangat terdampak oleh fraud dengan +47% dari semua penginstalan dianggap sebagai fraud, dan Singapura mengalami hampir dua pertiganya diatribusikan sebagai fraud pada 2020.
– Serangan mobile ad fraud paling umum adalah bots, berkontribusi hingga 94% dari semua serangan fraud selama Ramadan 2020.
– Aplikasi Entertainment di Indonesia (48%) dan aplikasi Shopping (79%) di Singapura adalah yang paling rentan terhadap click flooding. (srv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button