Ekonomi

Kemenko Perekonomian Dorong Pengembangan Hortikultura untuk Ekspor

Ekspor produk olahan nanas memberikan kontribusi terbesar yaitu sebesar 70,30 persen dari total ekspor olahan pada 2020, sedangkan ekspor pisang memberikan kontribusi sebesar enam persen terhadap total ekspor buah-buahan segar.

Menurutnya, kondisi itu menunjukkan produk buah-buahan Indonesia diminati oleh pasar global sehingga perlu dikembangkan untuk meningkatkan daya saing produk serta meningkatkan kontribusi ekspor buah-buahan terhadap devisa negara.

Di sisi lain, Susiwijono menuturkan dalam pengembangan hortikultura di Indonesia masih terdapat masalah dan tantangan seperti lemahnya sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan petani.

Kemudian juga terbatasnya modal, kurangnya pendampingan dan inovasi teknologi, serta rendahnya daya saing dan kurangnya akses pasar.

Oleh sebab itu, ia menekankan kerja sama kemitraan dengan petani perlu didorong agar mereka dapat terbantu dalam merancang pola produksi sampai pemasaran sehingga petani menjadi mandiri dan tangguh.

Ia memastikan pihaknya akan mengoordinasikan integrasi penyediaan lahan perhutanan sosial, peningkatan produksi, mutu dan daya saing produk, dan peningkatan akses pembiayaan petani melalui KUR.

Selain itu juga melalui peningkatan akses pasar melalui e-commerce, dukungan logistik, pembangunan sarana prasarana/infrastruktur transportasi, serta dukungan kebijakan tarif dan perdagangan internasional.

Ia menyebutkan model kemitraan dengan PT Great Giant Pinneapple (GGP) merupakan salah satu contoh terobosan strategi untuk membangkitkan animo petani pisang untuk terjun ke dalam agribisnis berorientasi ekspor.

Namun demikian, pola kemitraan ditekankan pada pendekatan creating shared value (CSV) yaitu keterpaduan peran dari semua pihak yang terlibat untuk memberikan nilai tambah. (bro)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button