Ekonomi

Pacu Geliat Ekspor, Bea Cukai Gelar Diskusi dengan Instansi di Berbagai Daerah

Menurut Sekretaris Daerah, Djoko Gunawan, Kabupaten Brebes memiliki banyak komoditas yang identik dan terkenal di seluruh wilayah Indonesia, antara lain produk bawang dan olahannya, hingga telor asin. Menurut Djoko, perlu adanya pemetaan UMKM yang memiliki potensi ekspor, dan selanjutnya ditindaklanjuti dengan edukasi.

Menyambut baik niat tersebut, Kepala Kantor Bea Cukai Tegal, Niko Budhi Darma mengusulkan agar UMKM yang memiliki potensi ekspor tersebut agar dikenalkan dengan LPEI agar diberikan edukasi mengenai bagaimana LPEI dapat mendanai ekspor, hingga mencari pasar yang sesuai di luar negeri.

Tidak ketinggalan Bea Cukai Cirebon juga bersinergi dengan Stasiun Karantina Ikan untuk mendorong ekspor dari Ciayumajakuning. Bea Cukai Cirebon dan Stasiun Karantina Ikan Kelas II Cirebon akan selalu melakukan koordinasi serta akan sering turun ke lapangan memberikan asistensi kepada para pelaku usaha. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan sinergi dan kerja sama antara kedua pihak sehingga dapat bersama-sama meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Ciayumajakuning.

Di wilayah timur Indonesia, Bea Cukai Tual mengadakan pertemuan dengan Walikota Tual untuk membahas program PEN. Bea Cukai Tual juga memaparkan tentang Kawasan Pabean serta pelabuhan Tual sebagai Entry dan Exit Point kapal wisata asing Yacht berdasarkan Perpres No 105 Tahun 2015, sehingga diperlukan sinergi yang saling menguatkan dalam membangun pertumbuhan ekonomi khususnya pemerintah Kota Tual.

Tidak ketinggalan Bea Cukai Ambon juga mengadakan diskusi dan rapat koordinasi untuk mendorong ekspor perikanan dari maluku bersama dengan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Maluku Elvis Pattiselano, Kepala BKIPM Ashari Syarief, dan Asisten Tiga Gubernur Provinsi Maluku serta beberapa pejabat daerah lainnya.

Terdapat dua garis besar pembahasan rapat yakni tentang Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Perkembangan Ekonomi Maluku. Pada paparan yang disampaikan ada beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor dari Maluku seperti Tiongkok, Jepang, Hongkong, Amerika Serikat dan lainnya namun yang memiliki persentase impor tertinggi adalah Tiongkok.

Sementara komoditas utama ekspor Maluku yakni udang segar, diikuti komoditas mutiara dan ikan segar. Potensi sektor perikanan yang dimiliki Maluku sangat besar. Berdasarkan data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, total potensi sumber daya perikanan Maluku mencapai 3,7 juta ton per tahun. Namun hingga saat ini pemanfaatannya tercatat hanya sekitar 610.500 ton per tahun. (adv)

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button