Ekonomi

Lisye Diana, Eksportir Lampion Bermodal Awal hanya Rp10 Juta

Seperti lampion dengan bentuk buah jatuh, embun berleher, silinder (kapsul) dan silinder bunga Meihua. “Sebagian contoh lampion karyanya bisa dilihat melalui akun media sosial @lampionld. Lampion saya jual antara Rp50 ribu hingga Rp2,3 juta, Itu pun tergantung kesulitan pembuatannya,” jelasnya.

Di bawah binaan Pertamina dan di bawah brand L & D Art Lamp, Lisye Diana mampu bertahan bahkan sudah pernah ikut berbagai pameran di 8 negara. Mulai dari Malaysia, Singapura, Ukraina, Jepang, Qatar dan terakhir di Armenia.

Selama ikut pameran, lampion buatan Lisye Diana selalu ludes terjual. Ini membuktikan lampion buatan Lisye Diana memiliki mutu tinggi dan kualitas ekspor. Omzet rata-rata perbulan yang didapatkan yakni sekitar Rp 25 juta. “Jika saat imlek bisa naik lebih dari 100 persen,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Senior Vice President Corporate Communications & Investor Relations Pertamina Agus Suprijanto mengatakan, Pertamina senantiasa akan mendampingi mitra binaan dalam kondisi apapun, termasuk saat kebanjiran pesanan. Dengan memberikan penyediaan modal hingga memperluas pemasaran melalui banyak cara.

“Mitra binaan akan didampingi hingga naik kelas dengan cepat sehingga UMKM ini bisa terus tumbuh dan jadi mandiri,” ujarnya. (nas)

 

Laman sebelumnya 1 2
Sponsored Content
Back to top button