Nusantara

Dukung PEN, Bea Cukai Yogyakarta Berhasil Kumpulkan Miliaran Devisa Ekspor

INDOPOSCO.ID – Sebagai upaya mendukung program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Bea Cukai terus mengawasi dan memfasilitasi kegiatan ekspor beberapa perusahan dari Yogyakarta. Diantaranya, pada bulan Januari lalu, telah dilaksanakan pengawasan atas dua kegiatan ekspor oleh PT Samku Glove Indonesia dan PT Ameya Livingstyle Indonesia.

Pada Jumat (22/1/2021) telah diekspor 291 karton (23.430 pasang) produk sarung tangan oleh PT. Samku Glove Indonesia dengan tujuan Jepang. Komoditi sarung tangan ini memiliki nilai devisa ekspor mencapai 68.000 USD atau sekitar Rp 960.000.000.

Sementara itu PT Ameya Livingstyle Indonesia telah mengekspor produk garmen ke Czech Republic, sebanyak 240 karton komoditi dengan kategori pakaian pria ini dikirim melalui Pelabuhan Tanjung Priok. Serta perkiraan nilai devisa ekspor kali ini mencapai 94.677,69 USD atau sekitar Rp1,3 miliar.

“Dokumen ekspor perusahaan ini dilayani Bea Cukai Yogyakarta, karena perusahaan ini merupakan penerima fasilitas kawasan berikat. Selain itu, kami juga mengawasi proses stuffing dan melakukan penyegelan terhadap kontainer yang digunakan. Pandemi belum berakhir, namun kami selalu berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa untuk mendukung pemulihan ekonomi,” papar Kepala Kantor Bea Cukai Yogyakarta, Hengky Aritonang.

Selain itu, pada bulan Februari ini, Bea Cukai Yogyakarta kembali mengawasi dan melayani kegiatan ekspor dua perusahaan, yaitu PT. Dong Young Tress Indonesia, dan PT. Harimau.

PT. Dong Young Tress Indonesia, yang merupakan salah satu penerima fasilitas kawasan berikat di Yogyakarta, mengekspor 2 kontainer rambut palsu (wig) ke Amerika Serikat. Hasil produksi perusahaan ini diekspor melalui Pelabuhan Tanjung Emas, dan dokumen ekspor dilayani oleh Bea Cukai Yogyakarta.

“Kedua kontainer tersebut dikirim ke negeri Paman Sam, tetapi berbeda pelabuhan bongkar dan berbeda importir. Yang satu tujuannya Pelabuhan Savannah dan yang lain ke Pelabuhan Los Angeles. Dan nilai devisa ekspor rambut palsu ini mencapai Rp 3 milyar rupiah,” jelas Hengky.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button