Nasional

Dukung KSPN, Brantas Abipraya Garap Borobudur Jadi Wisata Kelas Dunia

INDOPOSCO.ID – PT Brantas Abipraya (Persero) salah satu perusahaan konstruksi milik negara ini dipercaya untuk mempercantik kawasan wisata Borobudur yang berlokasi di Magelang, Jawa Tengah. Proyek yang dinamakan Kawasan Strategis Wisata Nasional (KSPN) Borobudur ini pun ditargetkan selesai akhir tahun 2021 ini.

“Ya, nantinya kawasan Borobudur ini akan menjadi destinasi super prioritas. Ini adalah upaya kami (Brantas Abipraya) untuk turut melestarikan kawasan Borobudur sebagai Situs Warisan Budaya Dunia (World Heritage Site) dan mengembangkan kawasan Borobudur sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia,” ujar Miftakhul Anas, selaku Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya.

Ditambahkan Dwi Satio selaku Project Manager Proyek Penataan Kawasan Borobudur, tak tanggung dalam pembangunannya Brantas Abipraya mengerjakan Gerbang – Rest Area, Jalur Aksis Budaya, Area Concourse, dan Area Parkir – Pedagang. Pada pengerjaan Gerbang, BUMN konstruksi yang berkantor pusat di Jakarta ini membangun empat gerbang penanda kawasan budaya Borobudur.

Gerbang pertama adalah Gerbang Palbapang yang keberadaannya sebagai penanda kawasan dari arah Yogyakarta, jaraknya dari Candi Borobudur pun sejauh 8 kilometer (KM). Di sini Brantas Abipraya akan menyelesaikan ikon gerbang penanda kawasan yaitu patung singa, hall atau ruang serbaguna, ruang pengelola atau security dan MEP (Mechanical Electrical & Plumbing), toilet dan lansekap taman.

Gerbang penanda kawasan kedua yang digarap Brantas Abipraya adalah Gerbang Blondo. Gerbang ini adalah gerbang penanda kawasan dari arah Semarang, jaraknya dari Candi Borobudur sejauh kurang lebih sekitar 9,5 KM. Skup pekerjaan Brantas Abipraya pada gerbang ini adalah pengerjaan ikon gerbang kawasan berupa imej Pohon Kalpataru yang dipercaya sebagai pohon hayat atau pohon kehidupan dan harapan. Tak hanya itu, sama halnya dengan Gerbang Palbalang, di Gerbang Blondo juga akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti, tempat beribadah (mushola), toilet, bike station, ruang MEP dan pengelola juga area parkir.

Lalu, gerbang yang ketiga adalah Gerbang Salaman-Kembanglimus. Dwi merincikan, gerbang ini adalah yang paling besar, dengan luas dua hektar. Tidak cuma sebagai penanda kawasan dari arah Purworejo, gerbang ini pun sekaligus menghidupkan Balkondes (Balai Ekonomi Desa) yang ada di desa tersebut, yaitu Desa Kembanglimus. Berjarak kurang lebih 9,5KM dari Candi Borobudur, gerbang ini memiliki banyak fasilitas seperti kios cinderamata, kios kuliner, mushola dan toilet, panggung terbuka, pendopo yang dapat digunakan sebagai hall multi fungsi, area parkir serta ruang utilitas dan pengelola.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button