Ekonomi

Duh Sektor Ritel dan UKM Terdampak Kenaikan Cukai Rokok

INDOPOSCO.ID – Asosiasi Koperasi Ritel Indonesia (Akrindo) menyatakan kebijakan pemerintah untuk menaikkan cukai rokok dapat berdampak pada sektor ritel, koperasi, dan UMKM maupun pedagang eceran.

Wakil Ketua Umum DPP Akrindo Anang Zunaedi di Jakarta, Jumat (3/9/2021), mengatakan, selama ini distribusi rokok di Indonesia mayoritas dilakukan melalui jaringan ritel dan UMKM tradisional.

“Saat ini ritel koperasi dan UMKM Indonesia yang tengah berjuang sekuat tenaga akibat penurunan omset rata-rata 50- 60 selama pandemi justru akan kembali terpukul dengan rencana kenaikan pita cukai rokok,” ujarnya dilansir Antara.

Rokok adalah produk yang berkontribusi besar kepada pendapatan koperasi, UMKM, serta pedagang eceran, tambahnya, naiknya cukai dan harga rokok akan mempengaruhi modal usaha dan pendapatan pelaku ritel koperasi dan UMKM.

“Harga rokok yang makin tinggi sejalan dengan kenaikan cukai, tidak hanya melemahkan daya beli konsumen namun turut mempengaruhi daya jual pedagang,” katanya.

Menurut dia, produk rokok dibeli pedagang dengan uang tunai, bila terjadi kenaikan harga rokok, dampaknya akan mempersulit pedagang mengelola keuangan.

“Pedagang harus menyiapkan dana ekstra untuk kulakan. Bukan hanya konsumen yang kesulitan, pedagang dan peritel akan mengalami penurunan daya jual,” katanya dalam webinar “Konsumen dan Pedagang Mencari Solusi Bila Harga Rokok Meninggi”

Dia menambahkan kebijakan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang digerakkan pemerintah tidak turut mencakup pemulihan bagi ritel koperasi dan UMKM.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button