Nusantara

Duh Oknum Guru Bejat Diduga Cabuli 10 Murid Laki-laki

INDOPOSCO.ID – Guru itu, digugu dan ditiru. Tapi jangan seperti oknum guru yang mencoreng dunia pendidikan ini. Seorang oknum guru pria di SD (sekolah dasar) kawasan Kamang Magek, Agam, Sumatera Barat (Sumbar) berinisial Z diduga mencabuli para muridnya. Kepolisian Resor (Polres) Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar) menyebutkan jumlah korban sebanyak 10 anak.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal Polresta Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution mengatakna, sejauh ini dari pemrosesan yang tengah berjalan diketahui bahwa korban dari tersangka yang berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak 10 orang.

”Para korban tersebut diketahui merupakan murid laki-laki dari tersangka. Jumlah tersebut merukan korban dari rentang waktu lima tahun terakhir,” ujarnya.

Sementara untuk proses kasus, lanjut Chairul Amri, penyidik tengah melengkapi berkas agar bisa diserahkan ke pihak kejaksaan. “Kalau berkasnya telah rampung, maka segera kami serahkan ke pihak kejaksaan,” tandasnya dikutip Antara.

Sebelumnya, perbuatan bejat tersangka Z berawal dari salah seorang korban yang merupakan muridnya di Kecamatan Kamang Magek, Agam. Kendati kasus terjadi di Kecamatan Kamang, Agam, namun wilayah hukumnya masuk ke Polresta Bukittinggi, sehingga pemrosesan kasus dilakukan oleh Polres Bukittinggi.

Berdasarkan pemeriksaan polisi diketahui tindak pidana pencabulan terhadap korban itu telah berulang-berulang mulai dari 2013 ketika korban masih duduk di bangku Kelas 4 SD.

Sedangkan saat ini ketika kasus terungkap, lanjut mantan Kasatreskrim Polresta Payakumbuh itu, korban telah menjadi siswa SMP. Modus yang digunakan Z adalah mengiming-imingi korban dengan uang jajan.

Perbuatan bejat itu dilakukan di rumah dinas, dan saat ia mengantar-jemput korban. Karena sering menjemput korban itulah, maka timbul kecurigaan bagi warga di lingkungan rumah korban.

Ketua pemuda di tempat korban tinggal yang juga merasa curiga kemudian menanyai korban tentang apa yang terjadi. Di situlah korban menceritakan semuanya.

Pihak keluarga yang tidak terima dengan kejadian itu akhirnya mendatangi pelaku di kediamannya, lalu menggiring Z ke kantor polisi pada Sabtu (13/2/2021).

Tersangka dijerat polisi dengan pasal 82 ayat (1), Juncto (Jo) 76E UU No 35/2014 tentang perubahan atas UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Jo. UU No 17/2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1/2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang (UU) No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Oknum guru olahraga tersebut terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun atas perbuatannya. (aro)

Sponsored Content
Back to top button